Tips Mulai Investasi Untuk Pemula

Aug 11, 2021Deposito, Investasi, Reksadana, Saham

Bingung mau mulai investasi untuk pemula? Lebih baik saham, deposito, obligasi, P2P, atau crypto ya? Kami Bahas Lengkap di artikel ini!

Keputusan investasi bukanlah sesuatu yang harus dianggap enteng. Semua keputusan investasi haruslah benar – benar diputuskan berdasarkan latar belakang dan goal kamu masing – masing. 

Yang terpenting jangan pernah melakukan investasi karena ikut2an. Sangat baik untuk mencari informasi sebanyak mungkin dari teman, video, blog dan lainnya. Tapi tetap kamu harus melakukan PR mu. 

Cari tau lebih dalam apapun yang direkomendasikan, apa untung ruginya, kenapa bisa begini kenapa bisa begitu. Harus sangat penasaran! 

Pada akhirnya haruslah kamu yang mengambil keputusan dalam investasi yang akan kamu jalani. 

Sekarang Nubie Investor akan sharing pandangan mengenai masing2 produk investasi ini. Pada akhirnya tetap kamu tentukan sendiri dengan meneliti lebih dalam segala sesuatu yang kami sampaikan oke?

Deposito 

Kami hanya akan pakai deposito kalau untuk uang darurat yang sifatnya sangat dibutuhkan cepat dan ingin benar – benar tenang karena uang dideposito kan di bank besar misalnya BCA, BRI, BNI, Mandiri. 

Resiko berinvestasi di deposito hanya bila bank tempat kita mendeposit kan uang kita bangkrut atau kolaps. Untuk bankbank raksasa seperti yang sudah disebutkan hampir mustahil hal itu terjadi. 

Apakah bisa bank collapse? Bisa contohnya bank Century yang kejelasan hukumnya masih membingungkan sampai sekarang. 

Apakah Nubie Investor menggunakan Deposito? Awalnya iya. Awalnya kami berinvestasi untuk dana darurat di deposito melalui aplikasi Jenius. Karena kemudahan yang tidak perlu ke kantor bank tinggal dari aplikasi klik – klik sudah berinvestasi di deposito dengan bunga kurang lebih 3-4% pertahun. 

Lalu sekarang? Kami memilih untuk mengalokasikannya ke Reksadana Pasar Uang. Karena toh sama saja yang diinvestasikan adalah ke produk deposito juga (walau di tambah obligasi jangka pendek).

Memang risikonya sedikit berbeda dengan deposit langsung ke bank besar, kamu dapat melihat kemana uang reksadana kamu juga di fund fact sheet produk reksadana

Rata – rata return Reksadana Pasar Uang mencapai 4 – 5% BERSIH. Artinya tidak dipotong pajak lagi dan dapat dicairkan biasanya dalam 1×24 jam. Bandingkan dengan deposito yang hanya 3-4% dan dipotong lagi 20% pajak. Bikin lemes… 

Mindset terpenting kami untuk deposito adalah uangnya dapat ditambah setiap bulannya. Jadi sewaktu menggunakan Jenius. Kami hanya akan memakai deposito yang jatuh temponya 1 bulan, dan tidak diperpanjang. Kenapa? Agar setiap bulan kami dapat topup dari gaji / pendapatan lain dan menambah uang yang akhirnya kami buka deposito baru lagi, jadi bunga dan pokoknya setiap bulan akan semakin besar. 

Yang kedua bunganya JANGAN DIGUNAKAN. Biarlah uang ini untuk uang darurat bukan untuk dinikmati, jadi bunganya juga diputer aja. 

Obligasi 

Sejujurnya sampai saat ini kami juga belum pernah membeli obligasi. Kenapa? Ada beberapa mindset yang tidak cocok dengan strategi kami saat ini untuk obligasi

  1. Tidak dapat topup secara rutin 
    • Karena sifatnya obligasi yang hanya dibuka saat periode penawaran, menambah pokok secara rutin tidaklah memungkinkan. 
  2. Kupon yang tidak menarik 
    • ORI terakhir adalah 5.57% p.a. dengan pajak 15%. Maka return bersih pertahunnya adalah 4.73%. 
    • Bandingkan dengan reksadana pasar uang yang bisa 5% pertahun bersih, dengan segala flesibilitasnya (bisa tarik kapanpun, topup kapanpun) kami memilih untuk berinves di reksadana pasar uang 
  3. Cocok bila sudah memiliki uang yang massive 
    • Ini mindset yang mungkin bertolak belakang dengan campaign yang dijalankan oleh pemerintah dengan ORI dan SBR nya yang membantu masyarakat untuk membeli obligasi mulai dari 1jt rupiah. 
    • Memang ini langkah yang baik dari pemerintah agar masyarakat semakin terpapar dengan obligasi yang belum familiar bagi kebanyakan orang 
    • Kenapa buat kami obligasi cocok untuk yang memiliki uang massive? 
    • Kami coba beri ilustrasi ya, misalnya kamu beli ORI 16 (Surat Utang Ritel) senilai 5 juta rupiah, dengan kupon 6,8% atau 5,78% pertahun setelah pajak. Setahun kamu akan mendapatkan Rp. 289.000, tiap bulan kamu mendapatkan Rp. 24.083. Apakah ini investasi yang menarik buat kamu? 
    • Bandingkan bila kamu membeli senilai 3 milyar ORI16 (nilai maksimal pembelian ORI per individu). Maka setiap bulannya kami mendapatkan Rp. 14.450.000. Mulai terasa efeknya bila dengan angka yang besar. 

Memang perlu diingat dengan membeli Surat Berharga Pemerintah Kamu mendukung program pemerintah, membantu pembangunan negara, dan sangat aman karena dijamin oleh pemerintah. 

Saham 

Saat ini mayoritas investasi kami ada di saham. Dengan strategi value investing kami menjadi investor dan tidak menjadi trader. Jadi waktunya tidak dihabiskan untuk melihat chart – chart dan setiap hari susah tidur karena memikirkan harga yang seperti roller coaster 

Sebetulnya investasi disaham juga mirip seperti diobligasi. Semakin besar baru lebih berasa impact nya. Karena yang digunakan adalah persentase kenaikan. Contoh saham mu naik 10% kalau kamu memiliki saham senilai 1jt. Maka kamu hanya dapat 100rb. Beda bila kamu punya senilai 100 jt atau 1 milyar. 10% nya sudah berkali kali lipat nilainya. 

Berbeda dengan obligasi, saham semakin awal kita memulai pengalaman kita akan semakin terasah dan suatu saat dengan pertambahannya income dan dana kelola kita, mental dan skill kita sudah diasah saat masih mengelola dana yang kecil. 

Selain capital gain kita juga dapat menikmati dividen sebagai pemilik saham perusahaan. Ini salah satu strategi kebebasan financial yang kita ingin capai saat ini. Selengkapnya nanti kita bahas di video terpisah. 

Reksadana 

Kami hanya menggunakan reksadana pasar uang untuk tempat menyimpan dana darurat. Oh ya untuk reksadana pasar uang biasanya biaya pembelian dan penjualannya 0%. 

Kenapa kami kurang menyukai reksadana? Simple karena feenya.  

Ini pola pikir kami tentang reksadana. Baru mau beli saja sudah kena fee pembelian biasanya 2,5%. Mau jual juga kena fee lagi (biasanya ada penghapusan fee kalau sudah min 6 bulan atau 1  tahun memegang). 

Apakah dengan reksadana pasti untung? Tidak juga banyak kok reksadana yang kinerjanya minus. Kalau minus apakah bisa kita minta ganti rugi? Tidak dong kan kita mempercayai MI sebagai pengelalo dana kita. Ini untuk contoh reksadana saham ya. Untuk transaksi jual dan beli saham itu kena fee dan siapa yang menanggung feenya? Kita juga. 

Jadi buat kami terlalu banyak fee yang sebetulnya dapat kita hindari. Namun bila memang belum ada waktu untuk mengelola contoh menganalisa emiten – emiten di pasar saham, reksadana dapat menjadi alternatif. 

Alternatif lainnya banyak sekarang yang menjual analisa – analisa saham terbaik yang under value, dapat menjadi acuan dalam mempersempit pilihan menginvestasikan uang kita. 

Kembali lagi ke resiko profil kamu sebagai investor.  

Kira – kira itu pandangan kami mengenai opsi investasi untuk paper asset. Sekali lagi kami ingatkan ini hanya pandangan kami dan bukan rekomendasi yang pasti berhasil, kami hanya sharing pengalaman kami dan semoga ini dapat membantu mu ya. 

Happy Investing! 

Jika menyukai pembahasan seputar investasi yuk bergabung dengan Nubie Insider dengan memasukan email kamu di form di bawah ya!

Artikel Terbaru Lainnya

6 Aplikasi Wajib Dimiliki Investor Saham!

Hai! kembali lagi bersama Nubie Investor! Di artikel kali ini kita akan coba kumpulkan beberapa aplikasi yang bagus dimiliki oleh investor saham di handphone-nya! Semoga aplikasi - aplikasi ini...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Youtube Kami