Review Buku Who Wants To Be Smiling Investor

Aug 13, 2021Review Buku0 comments

Halo semuanya! Hari ini kita akan belajar dari seorang dosen investasi dan kontributor di kolom “Wake Up Call” di harian Kontan mengenai seni berinvestasi di pasar saham

Beliau adalah Pak Lukas Setia Atmaja! Pak Lukas adalah seorang investor di pasar saham dengan pengalaman yang sudah panjang dan sudah menulis beberapa buku mengenai investasi pasar saham 

Hari ini kita akan fokus dalam mempelajari dari bukunya bersama Thomdean yang berjudul “Who Wants To be A Smiling Investor” 

Buku ini sangat cocok untuk pemula yang belum atau baru saja sadar pentingnya melakukan investasi khususnya di pasar saham

Buku ini berbentuk komik dengan ilustrasi dan tulisan yang ringan serta muda dipahami, akan sangat mempermudah mempelajari konsep dan pengetahuan tentang investasi khususnya dalam pasa saham

Kamu akan belajar: 

  1. Perbedaan konsumsi dan investasi 
  2. Mengetahui teknik investasi yang cocok dengan karakteristik kamu 
  3. 6 Teknik analisa investasi saham 
  4. Faktor – faktor pergerakan harga 
  5. Kesalahan pemula dalam berinvestasi saham 

Yuk kita mulai ke point – point terpenting yang ada dalam buku Who Wants To Be A Smiling Investor! 

1. Konsumsi vs Investasi 

Konsumsi identik dengan bersenang – senang dulu baru susah kemudian 

Investasi identik dengan bersusah – susah dulu baru senang kemudian 

Ambil contoh dari seorang pemain basket Antoine Walker. Penghasilannya mencapai $120 jt dollar, namun dalam waktu 1 tahun ia bangkrut karena beli barang konsumtif dan pesta pora 

Bentuk investasi banyak bisa emas, tanah, sapi, bisa juga yang modern kaya tabungan, deposito, obligasi, saham. Tinggal pilih yang return dan resiko paling cocok dengan resiko kamu 

Saham dibanding property atau tanah menawarkan likuiditas yang lebih tinggi, kapanpun butuh uang bisa dijual, sayangnya dengan likuiditas ini orang jadi bisa terlalu cepat mengambil keputusan 

Dengan saham juga kamu bisa mengikuti faktor resiko mu. Kalau suka yang resiko rendah ya pilih saham resiko rendah seperti saham2 bluechip, begitu juga sebaliknya 

Selain itu Dengan modal kecil (bisa dari 100rb) juga dapat mulai memiliki perusahaan besar yang ada di bursa saham 

Setelah mengetahui pentingnya berinvestasi dan investasi di saham adalah salah satu instrumen yang terbaik, selanjutnya Pak Lukas menitipkan untuk pentingnya mengetahui karakteristik dirimu 

2. Kenali Karakteristik Investasi-mu 

Ketahui kekuatan dirimu dan ketahui kekuatan musuhmu 100 pertempuran menang semua. – Sun Tzu. 

Ada 3 hal yang perlu kamu pikirkan dan perhatikan agar lebih mengetahui karakter kamu dan strategi apa yang cocok untuk inverstasi kamu. 

Pertama, apa motivasi inves saham

  1. Karena bursa saham kaya kasino? Untung gede dalam waktu singkat 
  2. Karena trendy, keren, intelek inves saham 
  3. Karena salah satu alternatif investasi untuk masa depan cerah 

Kedua: ketahui kekuatan keuangan kamu 

  1. Apakah punya penghasilan tetap? 
  2. Apa setiap bulan ada penghasilan yang tersisa? 
  3. Masih ada kredit2 seperti kredit rumah? 
  4. Apakah akan berutang untuk beli saham

Teori terbaiknya beli saham menggunakan uang dingin atau free cash flow. Semakin kuat keuangan semakin bagus karena kita bisa bebas memilih kapan mau jual.  

Ketiga: ketahui temperamen kita 

  1. Apakah kt egois dan tidak pernah mengakui kesalahan? 
  2. Apakah kita keras kepala dan tralu optimis? 
  3. Apakah gampang emosi? 
  4. Apakah mudah panik atau bisa berpikir jernih? 
  5. Apakah kita objektif dengan fakta – fakta? 
  6. Apakah kita orang serakah dan suka judi? 

Semoga kita objektif terbuka belajar dari kesalahan ga gampang stres 

3 jenis investor menurut jangka waktu investasinya 

  1. Investor jangka panjang alias savers (di atas 1 tahun) 
  2. Jangka pendek. Main saham yang menikmati roller coaster harga saham 
  3. Daily trader. Hitungan menit bahkan jam. Biasanya menggunakan fasilitas margin trading 

3. Teknik Analisa Saham 

Menganalisa saham ada 2 analisa fundamental dan teknikal 

  1. Fundamental 
    • Beli saham adalah beli bisnis. Artinya kita harus menganalisis bisnisnya bukan sekedar pergerakan harga sahamnya, melihat fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan bisnis ke depan 
    • Membandingkan nilai intrinsik dengan harga saat ini. Caranya liat arus kas di kira2 ke sekarang 
    • Cara menganalisanya dibagi menjadi 2 kuantitatif (keuangan) dan kualitatif (non keuangan) 
    • Ada 6 point penting dalam analisa kuantitatif menurut pak Lukas: 
      1. EPS (tumbuh 10-20% pertahun) earning per share. Laba tiap lembar saham 
      2. PER (cari yang di bawah avg industri, alternatif di bawah 10 murah, di atas 20 mahal) 
      3. PBV (harga pasar / nilai buku, makin tinggi brati uang tumbuh, 2 brati udah tumbuh 2x dibanding masukin modal) 
      4. ROE (kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan laba, seberapa efisien perusahaan, ROE 10% artinya Rp100 masuk laba Rp10) 
        1. Cari rata2 industry atau lihat trend kebelakang. Cari yang minimal 10% 
      5. DY (cari yang minimal 3%, ga bagi gapapa asal harga naek terus atau perusahaan makin besar laba dllnya, sedang expansi) 
      6. DER (<1 artinya utang lebih kecil dari pada modal sendiri) kalo bisa DER < 1 
    • Kriteria Kualitatif: 
      1. Manajemen perusahaan bagaimana? 
      2. Cara menghasilkan laba? 
      3. Apa keunggulan bersaing perusahaan?  
  2. Teknikal 
    • Pola pergerakan harga di masa lalu untuk prediksi harga di masa depan 
    • Melihat pergerakan ekor sapi naik turun 
    • Pergerakan harga adalah segalanya dan tidaklah sembarangan tapi ada polanya, jadi bisa melihat posisi beli atau jual 

Analisa fundamental dianalogikan seperti seorang peternak sapi yang memperhatikan kondisi kandang dan kesehatan sapinya (kandang itu kondisi pasar modal, sapi adalah perusahaannya), bentuk badan, bulu, bobot, mental, kesehatan.

Sedangkan investasi dengan analisa teknikal seperti seorang peternak sapi yang hanya melihat pergerakan buntut sapinya, kadang bisa naik atau turun

Selain itu ada beberapa teknik analisa lain yang dapat menjadi acuan kamu. 

  1. Growth investing  
    • Berfokus pada perusahaan yang bertumbuh dengan pesat. 
    • Ciri – cirinya tidak membagian dividen atau dividen nya kecil karena fokus uangnya untuk memperbesar bisnis 
  2. Income Investing 
    • Perusahaan yang sudah matang dengan dividend yield minimal 3% 
  3. RIP Van Winkle 
    • Buy and hold dari toko novel Washington Irving ia suka tidur sampe ketiduran 20 taon, istri uda paeh temen uda matek 
    • Syarat 
      1. Tentukan mau berapa lama ( 1 , 2 ,3, 4) 
      2. Pilih yang punya competitive aevantage, brand dan leadership yang kuat, produk masih dibutuhkan setidaknya 20 taon lagi, bagi dividen pentink 
      3. Diversifikasi 10 -20 saham 
      4. Paling terakhir dan paling sulit adalah tidur! 
  4. Dollar Cost Averaging 
    • Diversifikasi dengan waktu, Istilah lainnya nabung saham 
    • Belinya ga perlu sekaligus tapi secara bertahan secara bulanan dengan angka yang tetap. Misalnya 2 juta setiap bulan dan lainnya 

4. Faktor2 penggerak harga saham 

  1. Makro seperti kebijakan ekonomi pemerintah suku bunga (tinggi mending taro di bank aja, kalau sukubunga rendah bagus buat bisnis) 
    • Pertumbuhan ekonomi (rendah biasanya akan membuat turun juga harga saham
    • Kestabilan politik (dukungan produk dalam negri) 
  2. Kondisi industry, tahun 2007 harga minyak dunia merkoket gila – gilaan. Saham minyak naik deh 
  3. Kondisi finansial perusahaan 
  4. Rumor 
    • Contoh saham ARTO yang ada rumor saham bank gojek langsung naik gila2an 
  5. Aksi korporasi 
    • Buyback saham 
    • Pembagian dividen 
      1. Tapi kamu harus hati2 jangan hanya mengejar dividennya saja. Pastikan juga perusahaannya solid. Karena bisa saja dividend yield yang kamu terima bisa kalah dibanding capital loss yang terjadi setelah cum date 
  6. Aksi penipuan atau goreng2an saham 
    • Tuker2an sesama temen, dijual di harga tinggi dibeli juga. Orang ikut2an dah boncos semua 

5. Penyakit Investor Pemula 

  1. Herd mentality, ilustrasi ini menggambarkan herd mentality dengan sangat baik. Individu cenderung mengorbankan prinsip pribadi dan mengikuti perilaku kelompok, tidak peduli benar atau salah. 
    • Dalam pasar saham jangan pernah ikut2an! Apalagi dengan adanya grup atau forum2 yang memberi rekomendasi saham sangat memudahkan untuk mengikuti arahan orang lain. Selalu ambil keputusan berdasarkan analisa diri sendiri! 
  2. Confirmation Bias, Investor dipengaruhi bias psikologis = hati2, kita jadi cuman mau denger peneguhan atas apa yang kita yakini, jangan jatuh cinta pada saham tertentu, berpikir rasional! 
  3. Bagi seorang investor emosi adalah musuh terbesar, kerugian, kekecewaan biasanya gara2 ini. Mr Rational di usir pergi, ada istilah untuk trader kalau hati dan kepala panas mendingan udahan dulu 

Pak Lukas Membagikan tips untuk menentukan aturan (rules of thumbs) saat kamu merasa emosional. Inget lagi standar – standar yang kamu buat ini, misalnya bagi: 

  1. Pensiunan: jangan sentuh uang pokok simpanan 
  2. Trader: jangan trading melebihi X uang 
  3. Investor jangka panjang: komit untuk tetap pegang walau lagi bearish 

Tips: kalau mau memuaskan Mr. Emotional buat 2 akun broker 1 untuk investasi jangka panjang dan 1 untuk trading jangan di gabung! Sisihin dikit aja uang buat trading buat puasin niat trading 

Kurang Lebih itu panduan investasi saham untuk pemula Ala Pak Lukas dalam bukunya Who Wants To Be A Smiling Investor! Semoga dari buku ini kamu mendapat gambaran pentingnya investasi, kelebihan kekurangan investasi saham, dan fundamental berinvestasi di pasar saham 

Semoga dapat menginspirasi untuk berinvestasi di pasar saham!

Yuk bergabung dengan Nubie Insider dengan memasukan nama dan email kamu di formulir di bawah!

Artikel Terbaru Lainnya

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Youtube Kami