Review Buku Sadar Kaya Karya Bossman Mardigu

Aug 13, 2021Review Buku, Tokoh0 comments

Hai! Kembali lagi bersama Nubie Investor. Di artikel kita akan bahas seseorang yang sering mengeluarkan statement – statement yang cukup kontroversial, ide2nya sering terdengar nyeleneh yang kalau kita telaah lebih dalam masuk akal juga ya? 

Beliau adalah Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang biasa disebut Bossman Sontoloyo!

Pak Mardigu yang memiliki nama panggilan Bossman Sontoloyo lahir ditahun 60an dari ayah pensiunan Angkatan Udara berpangkat kapten. Karena perjalanan dinas orang tuanya Pak Mardigu pernah tinggal di Palembang, balikpapan, serta kota2 lain di Jawa dan Bali 

Di tahun 2010 pak Mardigu menjadi seorang pengamat terorisme di Indonesia, dan sempat mewawancarai ratusan teroris dan mantan teroris 

Asam garam dunia bisnis sudah dilalui Bossman Sontoloyo saat ini beliau memiliki bisnis diantaranya PT Titis Sampurna, PT Empora Gaharu, Narapatih Mind & Mental Clinic. Pendapatan Mardigu di bisnis ini diklaim mencapai US$200 juta 

Selain dunia bisnis Pak Mardigu juga aktif dalam bidang sosial, dengan mendirikan Rumah Yatim Indonesia dengan peserta santri yang mencapai 10rb orang! 

Buku Sadar Kaya ini berisikan bagaimana jatuh bangun Pak Mardigu dalam kehidupannya, bagaimana bisnis Money Changernya yang ditipu hingga 100rb USD, rekan bisnis kabur, stress berat karena hutang hingga berencana membunuh orang, hingga cerita meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim karena cobaan hidup yang begini amat, dan lain sebagainya. 

Banyak cerita – cerita yang mudah dicerna dan menarik untuk dipelajari. Sekarang Nubie Investor sudah mengumpulkan 5 point terpenting dalam buku Sadar Kaya Karya Mardigu Wowiek Prasantyo! 

Point 1: Hardware dari Tuhan dan software kita yang install 

Setiap orang pasti memiliki otak dengan kemampuan sangat dahsyat yang berasal dari Tuhan, Bossman menyebutnya sebagai hardware. Sedangkan isinya atau software setiap individu manusialah yang bertanggung jawab.  

Hardware sudah diberikan Tuhan, tinggal bagaimana manusia menginstall software2nya. 

Lebih lanjut Bossman memberikan analogi, misalkan, Operating System yang terpasang ke komputer adalah Microsoft Windows, aplikasinya yang di install adalah Adobe Photoshop. 

Maka kita bisa menggunakan software photoshop yang sudah terinstall untuk mengubah – ubah foto sesuai keinginan kamu. 

Nah, di dalam kehidupan, software aplikasi ini misalnya software bahagia, software sehat, software sukses, software santun, dan sebagainya. 

Manusia lahir tanpa software aplikasi apapun. Pengalaman hidupnya yang membuat berbagai macam software secara perlahan terinstall, dari kejadian – kejadian berulang dan berbagai informasi yang mengelilingi. 

Yang menjadi masalah biasanya adalah OS atau operating systemnya tidak bisa mengaplikasikan software-nya. Misalkan OS-nya Android, aplikasinya CoreDraw di ponsel. Itu pasti tidak jalan programnya. Bingung OS nya mau menjalankan aplikasi CorelDraw  yang tidak dikenalnya 

Dalam kehidupan, operating systems adalah sistem keyakinan kamu, belief system kamu. Adapun sukses, bahagia, sehat, senyum, musik, olahraga, bekeria, memasak, iklas, ringan tangan, adalah software yang harus di-install, yang harus dipasang dengan sengaja. Dengan pilihan sadar. 

Pertanyaan yang sering muncul adalah, kenalkah kamu dengan operating system kamu? Kenalkah kamu dengan software – software aplikasi yang terinstall dalam hardware (otak) kamu? 

Mari kita mengambil waktu dan melihat ke dalam diri sebentar, jangan-iangan bukan aplikasinya yang salah, tetapi operating system kita yang nggak cocok 

Point 2: Hati – hati dengan apa yang kamu yakini 

Keyakinan kamu sangat menentukan kehidupan nyata kamu. kamu bukan memercayai yang kamu LIHAT, tetapi kamu melihat apa yang kamu YAKINl.  

Ketahuilah, keyakinan yang paling berbahaya adalah kepercayaan yang membatasi diri atau self-limiting beliefs. InI adalah jenis keyakinan terhadap diri, terhadap POTENSl kamu, yang menghambat diri kamu 

Coba perhatikan kata2 ini: 

  1. “Yah, itu kan hanya untuk orang kaya. Bukan untuk kita-kita!” 
  2. “Ngapain sukses atau kaya kalau nggak bahagia? Hidup kan, yang penting bahagia!” 
  3. “Ini informasi apaan? Paling sama aja ngajarin ilmu tapi susah dipraktekin. ” 

Apakah kamu cukup familiar dengan kata2 ini? Atau bahkan kamu sendiri yang pernah mengucapkannya? Apa pandangan Bossman terhadap perkataan2 ini? 

Pernyataan pertama meinbuktikan bahwa dalam berpikir, kamu memilth untuk “berjarak” dengan kekayaan / kesuksesan. kamu memilih diri kamu tidak Iayak sukses. Garis bawahi kata “memilih” karena hidup ini pilihan. 

Pernyataan kedua, kamu memilih berpikir bahwa kaya atau miskin tidak penting, yang penting bahagia. kamu berpikir bahwa kaya itu merepotkan. 

Namun, dalam kondisi yang tidak kaya, kamu akan sering digoda dengan kenyamanan orang kaya sehingga kekesalan kamu memuncak atas usaha mencari bahagia yang tersadung – sandung. 

Pernyataan ketiga, kamu menyatakan lelah atas banyaknya peluang yang mendatangi kamu karena permintaan kamu untuk Sukses, tetapi kamu tidak mencapainya. Artinya kamu menolak untuk sukses. Dalam benak kamu, sukses itu susah, jadi lebih baik stop belajar 

Jika kamu Benar yakin bahwa kamu memang tidak mampu dalam bidang mencari kemakmuran, kesuksesan dan menghasilkan uang banyak, kepercayaan ini menjadi benar dalam kehidupan kamu. 

Bossman memberikan analogi sebuah printer. 

Selama ini Bossman menerima hasil kertas printer yang isinya salah, Ialu yang ia lakukan adalah mati – matian memberi tip X pada tulisan dalam kertas itu. Dihapusnya lah satu persatu kesalahan dan ditulis ulang. Tentunya hasilnya tidak memuaskan, akan usang kertasnya, dan yang pasti melelahkan. 

Baru dalam perjalanannya Pak Mardigu sadar bahwa yang harus ia ubah adalah dokumen yang akan di-print, bukan yang sudah di print. Yang salah bukan printer-nya, melainkan data di dalam komputernya. Kalau isi komputernya sudah benar, baik itu software maupun datanya, hasil yang di-print pasti tidak akan salah. 

Bagaimana memulainya? Simple, mulai dari ucapkan kata – kata yang memberi pengaruh positive pada dirimu. Celetukan apapun pilihlah yang membuat diri kamu menjadi lebih baik. Mulai dengan berkata “saya bisa”, “ini mudah”,” saya yang terbaik” yang bisa merubah program untuk dasar self concept kamu 

Point 3: Batu Pualam Dan Michelangelo

Tahukah kamu patung ini?

Patung ini adalah patung David salah satu masterpiece dari masa Renaissance yang dibuat oleh Michelangelo. Butuh waktu 2 tahun untuk michelangelo untuk mencari batu yang tepat, 2 tahun untuk memahat, dan 2 tahun tambahan untuk memoles hingga menjadi karya akhir David 

Sewaktu ditanya gimana sih prosesnya bisa bagus banget karyamu? Kata Michael menjawab dengan sangat simple, ia hanya buang bagian yang bukan David dari batu pualam tersebut. WAW! 

Ada kesamaan seperti pikiran kita. Ada batu pualam yang menutupi, pemikiran sempit dan terbatas, kekhawatiran yang berlebihan pada kerugian dan kegagalan, bukan antisipasi penuh semangat menyongsong datangnya kesuksesan dan keberhasilan. 

Solusinya? Menjebol “pemikiran terbatas” dengan memimpikan impian yang besar dan membayangkan berbagai kemungkinan yang tak terbatas. Buang bagian yang tidak kita inginkan dari diri kita. 

Sama seperti patung David yang perlu extra 2 tahun untuk memoles dan menghaluskan patung tersebut agar menjadikannya sebuah mahakarya. Kita harus terus memoles dan menghaluskan, belajar, berlatih, selama berhari2, minggu, bulan bahkan tahun – tahun, mengembangkan dan mengeluarkan semua bakat dan kebiasaan yang terdapat jauh di dalam diri kita. 

Point 4: Kekayaan Tidak Melihat Background Kamu 

Apakah kamu memiliki lingkungan yang percaya bahwa 

  1. orang miskin penuh hikmah dan nilai – nilai luhur, sementara orang kaya penuh dosa?  
  2. banyak harga membuat beban di akhirat nanti? 
  3. Sudah takdir kita memang begini.. 
  4. Atau suka menyalahkan pemerintah yang tidak becus mengurus rakyatnya? 

Menurut Bossman ini cukup aneh, mengapa hal yang terjadi pada diri kita disalahkan kepada orang lain? 

Seseorang yang memiliki kesadaran diri (self concept) kemakmuran yang tinggi, akan menunjuk keluar hanya pada hal positive, kemudian menunjuk ke diri sendiri lebih positive lagi 

Misalnya dalam kehidupan kamu dibesarkan dengan keadaan negative dan hanya ingat hal negative, suatu saat bila kamu bisa melewati hal itu. Pikiranmu haruslah tetap di jalur positif perasaan pun haruslah tetap happy.  

Satu pesan dari Bossman kamu tidak perlu menjadi pengusaha untuk kaya raya, tidak perlu juga  modal besar untuk sukses. Bahkan, kamu boleh dengan santai dan tetap mengerjakan apa yang kamu suka, yang kamu cintai. Kamu tetap berhak untuk kaya raya meskipun tetap dengan profesi kamu saat ini. 

Tak perlu berubah drastis, kalau kamu ibu rumah tangga, tak perlu berubha jadi pegawai dan meninggalkan anak2 di rumah. Yang kamu butuhkan hanya merubuhkan jangkar “segala sesuatu yang membuat kamu miskin” yang selama ini menghalangi kamu dari tujuan mendapat kemakmuran. 

Namun ini juga bukan berarti kamu akan langsung punya pohon uang. Semua akan mudah, semua enteng semudah membalikan telapak tangan. Yang harus disadari adalah, semua dimulai dengan keyakinan, keyakinan yang baru 

Tidak perduli background kamu mau pedagang, pensiunan olahragawan, TNI, guru, tukang Jas, Ibu Rumah Tangga, bahkan tukang parkir sekalipun, sukses atau kaya adalah masalah perilaku / attitude. Kaya atau sukses adalah produk sampingan dari sebuah perilaku kaya 

Menabung adalah contoh perlaku orang sukses, berinvestasi adalah perilaku orang sukses, dipercaya banyak orang adalah perilaku orang sukses, dan banyak lagi perilaku pribadi sukses, dan ini bukan hanya seorang pebisnis yang bisa melakukan 

Point 5: Tujuan Yang Jelas 

Alasan yang kuat, tujuan, dan arah adalah hal yang paling dasar setelah kamu mengatakan, “saya ingin menjadi sesuatu yang baru.” Visi misi kamu harus jelas dan terang. Visi adalah “big picture” kamu. Misi adalah cacahan mencapainya 

Bayangkan kamu naik ojek online. Yang pertama kamu lakukan adalah memasukan tujuan kamu. Bukan cari ojeknya lalu bilang terserah bawa saya kemana aja pak. Lah? 

Di perjalanan mungkin kamu bisa nyasar. Salah belok atau mungkin disesatkan orang, bisa juga jalan ditutup dan harus muter jauh lagi, hujan lebat mungkin, tapi walaupun berbagai rintangan itu selama kamu tahu tujuan kamu kemana kamu sudah jalan di jalan yang tepat hanya masalah waktu saja baru akan tiba kan? 

Hidup juga sama gitu. Tentukan tujuan sejelas mungkin agar kamu menjalani hidup pun perlahan – lahan menuju ke tujuan tersebut.

Apakah kamu pernah mendengar Lee kuan Yew Perdana Mentri Singapura yang mengubah wajah Singapur menjadi seperti saat ini?

Coba bayangkan Singapura pada tahun 60an tidak memiliki kekayaan apapun, ga punya sumber daya alam, perilaku bangsanya malas, jorok, dan pola pikirnya sempit. Selain itu penyakit dimana2 dan tidak ada mata pencaharian bagi penduduk singapura kala itu. 

Apa yang Lee lakukan? Dia berpikir warga Singapura haruslah diberikan visi yang jelas. Memiliki semangat yang sama untuk memajukan bangsa. Bahkan sampai ke lagu kebangsaannya adalah ‘Majulah Singapura’.  

Ia mulai dengan meletakan ‘impian’ dalam benak setiap penduduk Singapura, ia membuat foto berukuran postcard berisi gambar2 indah di negeri eropa yang maju, sejahtera dan indah. Gambar anak2 yang bisa tertawa bahagia, keluarga yang tamasya, rumah sakit yang bersih, lingkungan tertata rapih, bangunan megah indah, serta kota yang penuh keceriaan.  

Gambar ini yang dibawa Lee keseluruh negeri, hingga ke pelosok2, Inilah Singapura nantinya! Begitulah visi bersama yang dibagikan kepada seluruh negeri Singapura 

Puncaknya 35 tahun setelahnya mimpi itu pun tercapai pada perayaan tahun baruan mereka mengatakan ‘yes, we’ve arrived’ atau akhirnya mereka sampai di gambaran yang mereka buat 35 tahun lalu 

Semangat juang bersama mencapai impian Singapura patutlah diacungi jempol. Sekarang pertanyaannya apakah kamu sudah punya impian sebesar itu? Percayakah kamu pada impian kamu? Apakah lingkungan mu sudah memiliki impian yang sama? 

Impian dapat mengubah fakta selama kamu percaya dan tidak menyerah! 

Fun Fact: Kata – kata adalah doa 

Tahukah kamu kalau lagu kebangsaan kita Indonesia Raya memiliki 3 stanza? 

Stanza 1 adalah yang sekarang selalu kita nyanyikan.

Terdapat kata – kata: Indonesia,  Tanah Tumpah darahku. Jadi sampai sekarang menurut Bossman Sontoloyo bangsa Indonesia masih tumpah darah, cekcok di mana – mana 

Selain itu ada kata: Marilah kita berseru, Indonesia bersatu. Ini artinya kita Indonesia masih belum bersatu. Terpisah2. karena itu faktanya ya begitu kita ga pernah kompak ribuutt terus. 

Stanza 1 ini cocok untuk zaman perang kemerdekaan sampai 80an. Seharusnya mulai saat ini Indonesia menggunakan Stanza 2. coba perhatikan liriknya… 

Inilah Stanza yang sangat cocok dengan masa saat ini. Kata2 yang bisa mengubah realita. 

Tanah kita yang kaya 

Pusaka kita semua 

Mendoa Indonesia bahagia 

Suburlah jiwanya 

Sabar budinya 

Saran Bossman pemerintah baiknya mulai menggunakan Stanza ke 2! Dan suatu masa nanti Indonesia akan masuk ke Stanza 3. Waktunya, kamulah yang bisa menentukan 

Kurang lebih itu point – point terpenting dari buku Sadar Kaya karya Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang sering disebut bossman sontoloyo! 

Semoga menginspirasi dan mengubah pola pikir kamu ya.

Yuk bergabung dengan Nubie Insider dengan memasukan nama dan email di formulir di bawah ya!

Artikel Terbaru Lainnya

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Youtube Kami