Review buku Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas | Biografi Sandiaga Uno

Aug 13, 2021Review Buku, Tokoh0 comments

Hai! Kembali lagi bersama Nubie Investor. Diartikel ini kita akan belajar dari seseorang yang sudah sangat sukses dalam bisnisnya, dan mulai terjun ke ranah publik. 

Beliau adalah Sandiaga Salahuddin Uno! Atau yang biasa dipanggil Bang Sandi. Bang Sandi adalah pendiri dan pemegang saham perusahaan terbuka yaitu Saratoga Investama Sedaya Tbk. 

Bang Sandi lahir di Rumbai, 28 juni 1969, dengan nama Sandiaga Salahuddin Uno. Seperti kata orang nama adalah doa, nama ini pun adalah doa dari kedua orang tua Bang Sandi 

Nama pertama adalah gagasan tentang sebuah tempat di seberang samudra, nama tengah adalah kenangan luhur akan seorang pemimpin kesatria bernama Salahuddin Al Ayyubi yang dihormati baik di dunia Islam maupun Kristen Eropa, sementara nama akhir “Uno” adalah nama yang selalu mengingatkan kepada akar budaya tempat Ayahnya berasal. 

Sandiaga adalah lulusan dari Wichita State University pada tahun 1990 dalam bidang akuntansi dan S2 di George Washington University dengan gelar MBA di 1992. 

Sandiaga mengawali karirnya di bank Summa, bank yang didirikan oleh Edward Soeryadjaya anak sulung dari William Soeryadjaya. Bank Summa juga yang memberikan beasiswa ke Sandi untuk S2 nya. 

Masa2 berkarir dengan bank summa Bang Sandi manfaatkan dengan berinteraksi langsung dengan pendiri Astra, William Soeryadjaya. Om Willem begitu sapaan bang Sandi adalah orang yang membentuknya di masa – masa ini. Satu hal yang penting yang dipelajari Bang Sandi adalah loyalitas.  

Dalam berbagai kesempatan, Bang Sandi selalu ditanya tentang kunci sukses di dunia bisnis. Rahasianya sangat sederhana, Bang Sandi berguru pada mentor yang tepat dan ia meneladani seorang begawan. Mentor dan begawan itu adalah William Soeryadjaya. 

Sandiaga memakai topi wirausahanya di tahun 1997 bersama sahabatnya Rosan Perkasa Roeslani dengan nama PT Republik Indonesia Funding, yang lebih dikenal sebagai RIFAN. RIFAN berubah nama menjadi Recapital di tahun 2002, dari penasihat keuangan sudah merambah ke bidang usaha lain seperti underwriting, sekuritas, manajemen aset, hingga memiliki bank.  

Ditahun 1999, Bang Sandi diajak ngobrol dengan Edwin Soeryadjaya dan ditawari untuk bangun bisnis bersama dalam Saratoga Investama Sedaya. Inilah bisnis yang akan membawa bang Sandi menjadi salah satu Top orang terkaya di Indonesia! 

Selain itu bang Sandi juga sangat aktif dalam organisasi, ia pernah menjadi ketua umum HIPMI periode 2005 – 2008 dan pernah nenjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di KADIN (Kamar Dagang Indonesia) 

Yuk sekarang kita masuk ke 5 point terpenting yang bisa kita pelajari dari buku kerja Tuntas Kerja Ikhlas karya Bang Sandi menurut Nubie Investor! 

1. Fokus 

Fokus adalah salah satu hal terpenting yang Bang Sandi sudah miliki dari kecil. Bagaimana Ia sewaktu SD hanya mendalami bidang olahraga renang, ketika smp fokus dalam bidang basket walau mimpinya menjadi atlit basket terhambat karena cidera. Saat inipun olahraga lari lah yang menjadi fokus Sandi hingga membuat komunitas Jakarta Berlari. 

Di dunia profesionalnya Bang Sandi juga tidak mau berpijak dalam 2 bisnis. Bang Sandi harus mengorbankan posisinya di bayi kecil bisnisnya bersama Sahabatnya Rosan dan fokus membangun Saratoga bersama Edwin Soeryadjaya. 

Sehingga ia pun dapat all out dalam mengembangkan saratoga sehingga bisa menjadi seperti sekarang dengan portofolio perusahaan yang tidak main – main. Sebut saja Adaro dan Tower Bersama Infrastructure. 

Agar lebih ada gambaran Bang Sandi sedikit menjelaskan tentang Saratoga, perusahaan miliknya. Saratoga adalah bisnis yang bergerak dibidang private equity  yang pada dasarnya adalah perusahaan yang melakukan investasi diperusahaan2 yang masih private. Tujuannya melakukan ekspansi dan restrukturisasi perusahaan dalam tiga atau empat tahun ke depan. Setelah itu diharapkan bisa go public, walau dalam perkembangannya dapat juga dibeli perusahaan lain yang sudah terbuka. 

Sebelum terjun ke ranah publik pun Bang Sandi juga melepas statusnya sebagai entrepreneur dan melepas semua jabatannya diperusahaan yang dimilikinya. Selain agar tidak terjadi konflik kepentingan, mengerahkan fokus, waktu dan sumber daya pada suatu hal adalah sebuah point penting yang dimiliki bang Sandi. 

2. Nama Baik Di Atas Segalanya 

Bang Sandi menceritakan bagaimana keluarga Om Wilem panggilan akrab kepada William Soeryadjaya, pernah mengalami musibah saat anak sulung Om Willem membangun bank Summa. 

Walaupun Astra adalah dua entity perusahaan yang berbeda dengan bank Summa. Om Wilem rela menjual kepemilikannya di Astra dan menyuntikan uangnya untuk menyelamatkan bank Summa, yang walaupun pada akhirnya bank Summa tidak dapat tertolong dan keluarga Soeryadjaya kehilangan Astra yang sudah dibangun berpuluh2 tahun lamanya. 

Kejadian ini sangat membekas dalam diri Bang Sandi, dan memegang prinsip yang dimiliki oleh om Willem. 

Baginya kehilangan harta benda sering kali membuat orang kehilangan masa lalu, tetapi kehilangan kepercayaan membuat kita kehilangan masa depan. 

3. Anugrah Yang Tidak Terlihat 

Tahukah kamu bang Sandi sama sekali tidak kesulitan mendapatkan teman sewaktu SD? Modalnya hanya satu: logat kental khas Sumatra yang saya bawa sejak lahir di Rumbai. 

Logat yang terdengar “udik” di kalangan anak-anak Jakarta itu awalnya menjadi bahan guyonan teman sekelas. Tetapi itu pula pada akhirnya yang membuat mereka dekat dengan saya, si anak Rumbai ini. 

Bang Sandi selalu bersyukur dilahirkan di pedalaman Sumatra. Jika logat kental itu memudahkan saya mendapat teman di masa lalu, di masa kini hal itu membuatnya yang lebih dikenal sebagai orang Jakarta ini lebih mudah memahami teman-teman dari daerah dengan beragam gaya bicara. 

Ia menyadari Banyak hal di masa lalu yang mungkin tidak kita sadari sebagai anugerah yang diperuntukkan bagi kita. Baru kemudian ketika titik-titik itu kita hubungkan hingga terangkai menjadi garis hidup, kita tahu bahwa itulah jalan terbaik yang digariskan Sang Pencipta. 

Tidak ada pengalaman buruk dari masa lalu. Yang ada adalah kita belum mampu menangkap pesannya di masa sekarang. 

Bang Sandi juga menceritakan bagaimana kegagalannya dalam pembelian Astra International di tahun 2000. Walaupun sempat sampai tidak mau nonton tv dan baca koran untuk menghindari tentang Astra, Bang Sandi pun memilih untuk bangkit kembali. 

Kegagalan demi kegagalan yang Bang Sandi temui bukannya menghancurkan tetapi justru menguatkan dalam berbisnis. Kalau bukan karena kegagalan pembelian Astra, Bang Sandi tidak akan pernah memiliki fondasi sekukuh ini dalam dunia usaha. 

Hanya mereka yang berani menghadapi kegagalanlah yang pada akhirnya siap untuk menyambut keberhasilan. 

4. Ibadah adalah kebutuhan 

Bagi Bang Sandi, agama adalah pencarian dan bukan semata-mata takdir kelahiran yang harus dijalani. 

Bang Sandi percaya pada hidayah, tetapi tanpa adanya usaha untuk menemukannya, hidayah tidak akan pernah turun kepada kita. Tidak ada hidayah tanpa pengetahuan. Itu sebabnya di ayat pertama yang turun terdapat perintah untuk membaca: Iqra’. Kita tak hanya sekadar membaca teks-teks yang tampak, tetapi juga tanda-tanda dari alam, dan mengamalkannya. 

Di tahun 1999, Bang Sandi bersama Rosan pun bersama-sama mulai tekun memperdalam agama secara teratur. Gurunya adalah Ustaz Manshub Ghazali yang berasal dari Lombok. lagi dengan membaca Al-Qur’an dengan benar, belajar tajwid, memaknai ayat demi ayat. Sampai akhirnya saya bisa khatam beberapa kali. 

Memaknai Al-Qur’an membuat saya merasakan bahwa ibadah adalah kebutuhan—bukan sekadar kewajiban yang harus dipenuhi. Jika di pagi hari bang Sandi melewatkan Shalat Dhuha, terasa ada sesuatu yang hilang. 

Jika agama kita pahami dengan benar, seharusnya orang-orang sukses adalah orang-orang yang amalannya jauh lebih baik pula—jauh dari seremonial untuk menunjukkan kedermawanan sosial. 

Orang-orang dengan amalan lebih baik adalah juara-juara yang mampu menahan diri dari sifat sombong dan riya. Kita beribadah karena ingin diterima oleh Allah, bukan dipuja oleh manusia. 

5. Wirausaha dimata Bang Sandi 

Wirausaha adalah sebuah pola pikir yang terus – menerus menghasilkan kreativitas dan inovasi. Wirausaha adalah katalisator perubahan 

Penting sekali membiasakan mereka untuk lebih melihat peluang dibandingkan menunggu “keberuntungan” datang. 

Banyak yang masih berpikir bahwa faktor keberuntungan lebih dominan di dunia usaha dibandingkan dengan kerja keras dan kerja cerdas 

Padahal bukan keberuntung yang paling penting dalam berwirausaha tapi etos Kerjanya. Bang Sandi merangkumnya dalam 4AS: Kerja kerAS, kerja cerdAS, kerja tuntAS, dan kerja ikhlAS. 

Kerja Keras menuntut kita untuk fokus, kerja cerdas membutuhkan wawasan pengetahuan yang luas, kerja tuntas jelas membutuhkan konsistensi, dan kerja ikhlas adalah saat semuanya kita lakukan penuh cinta bukan karna terpaksa 

Tetapi bagi bang Sandi yang sudah pernah mengalami jatuh bangun dalam berbisnis, kata ikhlas mendapat tempat istimewa. 

Dalam perjuangan panjang itu, ia sampai pada sebuah kesadaran bahwa kewirausahaan bukan bertujuan untuk membuat kita kaya melainkan untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik. 

Bilamana hidup kita tidak lagi membebani orang lain, itulah pertanda bahwa kita telah menjadi pribadi yang baik. Ketika usaha kita mampu memberi hidup untuk orang lain, maka kita menjadi pribadi yang lebih baik. Begitulah seterusnya sehingga untuk setiap perkembangan usaha, manfaat yang kita berikan bagi orang lain akan semakin besar. 

Kurang lebih itu 5 poin – poin terpenting dalam buku Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas oleh Sandiaga Uno! Buku ini berisikan cerita – cerita perjalanan Bang Sandi dari lahir sampai ditahun 2017 tepatnya sebelum ia masuk ke ranah publik. 

Banyak sekali cerita kegagalan dan keberhasilan yang sudah ia lalui sepanjang hidupnya yang menjadikan Bang Sandi seperti Bang Sandi pada hari ini. 

Bagi kamu yang mengidolakan Bang Sandi buku ini sangat layak untuk kamu baca!  

Yuk bergabung dengan Nubie Insider dengan memasukan nama dan email kamu di formulir di bawah ya! Sampai berjumpa di email kamu!

Artikel Terbaru Lainnya

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Youtube Kami