Review Buku Investor Nilai, Sukses Investasi Ala Buffett

Aug 12, 2021Review Buku, Saham, Tokoh

Siapa yang tidak mengenal Warren Buffett? Salah seorang investor legendaris dengan value investingnya menghasilkan untung dari pasar saham yang bukan main nilainya.

Hari ini kita akan belajar dari investor legendaris yaitu Warren Buffet, dari buku yang ditulis oleh James Pardoe berjudul Sukses Berinvestasi Ala Buffett, 24 Strategi Investasi Sederhana Dari Investor Nilai Terbaik Dunia.

Buku Investor Nilai adalah salah satu buku yang direkomendasikan oleh Andika Sutoro Putra dimana buku ini mengubah Putra yang dari trader menjadi investor di pasar saham

Nah Nubie Investor sudah merangkumkan 7 point terpenting dalam buku ini yang bisa diimplementasikan untuk strategi investasi mu! 

1. Ketahui Circle of Competence-mu 

Lingkaran kompetensi adalah pengetahuan mu tentang suatu subjek, seberapa familiar kamu terhadap suatu industri, berpeganglah teguh pada area yang kamu kuasai. 

Point pentingnya bukan diseberapa besar lingkaran kompetensi mu, tetapi tahu batas mana yang termasuk dan yang tidak. 

Buffett bercerita bagaimana ia dianggap bodoh waktu ga ikutan Tech Euforia taon 98 – 2000an. Banyak orang yang berkata sudah tidak relevan lagi ilmunya. 

Pada masa itu saham Berkshire turun hingga 50%! 

Namun Buffett tetap teguh dan ingat untuk tetap memegang pada circle of competence nya, dan saham high tech bukanlah circle of competence nya. 

Menurut Buffett saham High Tech:

  1. Ia ga ngerti bisnisnya 
  2. Ga tau mana yang punya competitive advantage, karena perubahannya sangat cepat. 
  3. Arus kas yang sulit untuk di prediksi 

Makanya Buffett ga invest ke dalam High Tech dan terbukti saat crash dot com bubble, index Nasdaq turun hingga -78% dari poin tertingginya.

Buffet berpesan jangan menyesal bila kamu melewati kesempatan yang di luar Circle of Competence mu. Tetap fokus pada strength mu jangan tergoda dengan peluang – peluang yang abu2 

2.  3 Kriteria Mutlak Buffet Dalam Membeli Sebuah Saham 

  1. Bisnis yang mudah dipahami, solid, bertahan lama dan memiliki competitive advantage 
    • 10 tahun dari sekarang kamu bisa tau apa yang dilakukan bisnis ini 
    • Buffet kasih contoh Coca Cola, bisnisnya simpel buat minuman bersoda, udah puluhan taon bikin minuman Coke. 10 tahun dari sekarang juga akan tetep buat Coke. Brand nya udah kuat dan mendunia, arus kasnya juga mudah diprediksi 
    • Competitive advantage akan sangat subjektif tiap investor memandang sebuah emiten, perlunya survey ke lapangan dan pengamatan yang tidak mudah. Inilah waktunya kamu membuat argumen yang akan kamu pegang teguh kenapa perusahaan ini layak kamu investasikan. 
    • Jam terbang akan mempengaruhi insting dalam melihat sebuah perusahaan yang bagus. Maka Buffett pernah menyesal baru berinvestasi di umur 11 tahun!  
  2. Manajemen yang kompeten dan jujur Pertanyaan yang perlu di jawab: 
    • Apakah tim manajemen bekerja untuk para pemegang saham atau untuk perkaya diri sndiri? 
    • Manajemen hemat atau pemborosan? 
    • Apakah manajemen melakukan pembelian kembali (repurchase) saham untuk kepentingan para pemegang saham dan menghindari penerbitan saham baru yang akan mengurangi kepemilikan pemegang saham
    • Apakah pemegang saham diperlakukan seperti partner atau kambing hitam? 
    • Apakah laporan tahunan perusahaan jujur dan terus terang? Atau mengandung kecurangan?  
    • Apakah manajemen menggunakan sistem akuntansi yang jujur. Atau kelihatan menyembunyikan informasi dan angka2 yang benar?  Contoh kasus manjemen adalah skandal perusahaan Enron. Bagaimana manajemen yang ga jujur dapat membuat perusahaan bangkrut.  Apa mau punya partner bisnis yang menyembunyikan sesuatu dari kamu?
    • Hindari emiten yang pernah memalsukan laporan keuangannya dapur kalo lu bisa nemuin 1 kecoa, udah pertanda banyak kecoa yang yang ngumpet ga keliatan.
  3. Dijual di bawah nilai aktualnya 
    • Memang Buffett ga pernah menyebutkan bagaimana percisnya ia menghitung intrinsic value, tapi dari beberapa interview yang kita bisa saksikan 
      • Mengestimasi Cash Flow di masa depan 
      • Diskon ke masa sekarang 
      • Dapatkan angka kasar 
    • Buffett berkata “It is better to be approximately right than precisely wrong” 

Ingat belilah bisnis bukan lembaran saham 

3. Fokus Terhadap Mikro Perusahaan.

Apa yang kamu lakukan ketika: 

  1. Ada potensi perang baru 
  2. Analis – analis meramal akan terjadi krisis 
  3. Harga saham menurun tajam 
  4. Peristiwa politik yang besar 
  5. Penurunan tajam IHGS 

Apakah kamu akan panik dan mengikuti pasar dengan menjual saham kamu atau melihat ini sebagai peluang potensial untuk membeli dengan harga yang semakin terdiskon / obral?  

*Pastikan kamu sudah memiliki perusahaan yang bagus, sehat, sesuai dengan kriteria Buffett 

Harga turun jangan panik selama bukan karena management isu atau fundamental bisnis perusahaan tambah porsi terus!

Fokus ke pohon jangan hutannya 

4. Konsentrasikan Saham Terbaik

Kalau udah tau perusahaan bagus ngapain takut inves banyak? Prinsip Mae West “too much of a good thing can be wonderful” 

Buffet menyarankan 5 – 10 saham terbaik adalah angka yang tepat. Malah partner Buffett, yaitu Charlie Munger bilang 3 saham terbaik dapat membuat mu kaya raya! 

Pada 2004 Bershire hanya punya 10 saham perusahaan terbuka 

Susun portofolio dari 10 emiten. Pastikan perusahaannya bagus dan solid, serta tim management yang kuat 

Jangan langsung beli tapi tunggu sampai harganya menarik 

5. Mr. Market dan Margin of Safety 

Pengetahuan ini didapatkan Buffett dari buku Intelligent Investor karya Benjamin Graham Bab 8 (Mr. Market) dan 20 (Margin of Safety) 

3 point pedoman pokok Graham yg dipegang teguh Buffett  

  1. Mr Market 
  2. Margin of Safety 
  3. Saham merupakan bagian kepemilikan atas sebuah bisnis 

Apa itu Mr. Market? 

Mr. Market seorang partner bisnis yang punya masalah emosional yang tidak dapat disembuhkan atau bipolar (punya 2 kepribadian). Ia akan menentukan harga dimana ia akan menjual dan membeli saham sebuah bisnis kepada kamu. 

Ketika dalam keadaan sangat gembira ia melihat hal2 yang bagus pada bisnis dan menetapkan harga yang tinggi pada saham2. sedangkan di sisi gelap, bila dalam keadaan sedih ia hanya melihat kesulitan dia akan menetapkan harga yang murah atas sahamnya dan berharap kamu akan beli dari padanya. 

Mr. Market setiap hari mendatangi setiap investor tidak terkecuali dan akan menawarkan harga emiten baik kamu mau atau tidak, tergantung kepada investor bagaimana mau memanfaatkan nya atau tidak. 

Baca suasana hati Mr. Market dan bertindaklah dengan cara2 yang memperhitungkan suasana hati tersebut. Tapi kamu sendiri jangan sampai terlarut dalam suasana hatinya itu 

Mr. Market yang diperkenalkan oleh Benjamin Graham adalah metafora yang harus dimengerti tiap investor untuk memahami cara kerja pasar saham. Kamu akan mengetahui kegilaan pasar dan kapan datangnya peluang. 

Saat mr market sedih dan menjual dengan murah inilah peluang kamu masuk dan beli saham yang nilainya jauh dibawah nilai intrinsiknya. 

1987 Mr. Market lagi muram menurun harga Coca Cola. Buffett beli coke 1 milliar dollar dengan 11 dollar perlembar sahamnya. Coke brand kuat disukai dimana2, Mr. Market ga menyukai saham ini? Waktunya gw beli terima kasih. Analoginya kaya department store mau bangkrut semua barang didiskon 50. ya beli dong! 

Margin of Safety adalah kondisi harga saham yang secara substansial lebih rendah dari nilai bisnisnya. Mau ada jarak cukup jauh agar margin besar. Analoginya kaya beli selembar $1 dengan harga 40 sen. Kaya lewatin jembatan kapasitas 30 ton truk lu 10 ton. Masih ada ruang untuk berjaga2 seandainya ada kesalahan. 

Saat Mr. Market muram, ada saatnya pasar akan mengetahui nilai bisnis aslinya dan akan cepat atau lambat harga akan menyesuaikan. 

Pergerakan harga (volatilitas) mood Mr. Market dapat diandalkan oleh investor yang cerdik 

6. Tentukan Sendiri Keputusan Investasi

Broker, analis sekuritas, dan informan2 lain itu kaya sales aja yang mereka akan mendapatkan komisi dari nilai transaksi kamu, makin gede mereka makin untung kan. Makanya mereka kasih rekomen2 mau lu untung ato rugi bukanlah prioritas mereka, prioritasnya kamu tetap bertransaksi di bursa 

Akan banyak pom2 waktu saham lagi euforia dan waktu jeblok bakal banyak yang nakut2in jangan ikutin arus gitu aja! 

Jangan juga ngelawan arus karena cuman pengen beda, tapi karena hasil analisis dan sudah mengerjakan PR kamu 

Tapi kamu perlu untuk mengerti Akuntansi dasar dan pasar keuangan (income statement, balance sheet, arus kas) buatlah familiar dengan hal ini 

“Takut saat orang lain tamak, dan tamak saat orang lain takut” 

7. Bersabarlah 

Ini adalah tips yang paling sederhana tapi akan paling susah untuk dijalani. Makanya kami taruh di poin terakhir. 

Bagi Buffett dia adalah Investor perdekade atau 10 tahunan. Dia akan sabar tidak berinvestasi selama bertahun – tahun sampai menemukan peluang yang disukainya. 

Ada saatnya ketika anda tidak mengerjakan apapun (istilahnya Lo Kheng Hong adalah tidur) merupakan suatu bentuk kecerdasan investasi 

Dia memberi analogi bayangkan bila pasar saham tutup selama 5 tahun. Bagaimanakah nasib portofolio mu? Bagi Buffett dengan memilih saham yang tepat 5 tahun pasti ia akan tenang saja karena tahu perusahaannya akan tetap baik – baik saja dan bertumbuh semakin baik. Dengan memiliki mindset 5 tahun ke depan ini juga kita tidak menjadi investor harian yang mau cepet2 jual. Santai aja 

Patuhi saran Charlie Munger. Duduk diamlah. aktivitas (jual beli saham) tidak sama dengan prestasi 

Sering jual atau beli rugi di biaya transaksi dan pajak 

Kapan waktunya jual? Bagi Buffett kalau kamu sudah menemukan saham yang tepat, waktu tunggunya adalah selamanya. 

Kenapa harus dijual kalau masih sesuai dengan kriteria awal kita? 

Namun ada beberapa kasus khusus untuk waktunya jual juga menurut Buffett: 

  1. Bila menemukan opportunity yang lebih baik 
  2. Fundamental dan competitive advantagenya sudah berubah 

Semoga tips ini menginspirasi mu dan dapat menambah pengetahuan mengenai investasi di pasar saham dengan gaya Buffett! 

Yuk bergabung dengan Nubie Insider dengan masukan nama dan email kamu di formulir di bawah ya!

Artikel Terbaru Lainnya

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Youtube Kami