Review Buku Ayah Kaya vs Ayah Miskin, Robert Kiyosaki

Aug 11, 2021Review Buku, Tokoh

Coba sekarang bayangkan ayah kamu.. namanya.. mukanya.. bentuk tubuhnya.. Nah bayangkan tiba – tiba ayah kamu jadi 2! 

Kedua ayah mu ini memiliki perspektif tentang uang, hidup, bisnis, karir, pendidikan dan banyak aspek dalam kehidupan yang sangat berbeda, pastinya kalau ketemu akan berselisih paham tentang perbedaan nilai mereka. 

Yang paling menonjol adalah ayah yang satu kaya dan yang satu miskin (semakin kebelakang akan disebut sebagai ayah yang “berpendidikan” / educated bukan ayah miskin). 

Beberapa mindset yang sangat kontras dari kedua ayah ini Seperti: 

Ayah Berpendidikan (miskin): Ayah Kaya: 
Cinta uang adalah akar kejahatanKekurangan uang adalah akar kejahatan
Saya ga mampu membeli / memiliki hal ituBagaimana caranya agar saya mampu memiliki hal itu?
Perusahaan (tempat bekerja) atau pemerintah wajib membantu memenuhi kebutuhan saya (uang pensiun, uang kesehatan, dll) Saya harus mandiri dan ga bisa andalkan bantuan orang lain apalagi pemerintah 
Buat CV yang baik (untuk mencari kerja)Buat rencana bisnis yang baik (membuat pekerjaan)
Belajar dengan baik, dapatkan peringkat yang baik, masuk ke perusahaan yang bagus (Kerja untuk mendapatkan uang)Pelajari bagaimana cara uang bekerja, peluang masih sangat banyak (Uang bekerja untuk saya)

Inilah beberapa perbedaan mindset yang disajikan oleh Robert Kiyosaki membandingkan ayahnya, dalam buku Ayah kaya, Ayah Miskin / Rich dad, Poor Dad 

Karena memiliki 2 pandangan dari ayah yang kaya dan miskin maka Robert dapat memilih mana nilai yang ingin diadopsinya untuk diterapkan dihidupannya. 

Bagi Robert kedua ayahnya ini memberikan pendidikan yang tak ternilai harganya, ayah kaya menginspirasinya untuk menjadi kaya dan mengikuti jalannya sedangkan ayah berpendidikan mengajarkan hal yang jangan diikuti oleh Robert. 

Inilah 5 point terpenting dalam buku Ayah Kaya, Ayah Miskin menurut Nubie Investor: 

1. Asah Financial Intelligence / Kecerdasan Keuangan! 

Karena banyak banget contoh dalam buku ini tentang Kecerdasan financial kami sederhanakan kecerdasan financial adalah kemampuan untuk melihat peluang 

Robert bercerita bagaimana dia saat umur 9 tahun bersama temannya membuat bisnis pertamanya yaitu mencetak uang koin dari timah! 

Walau pun bisnisnya hanya bertahan beberapa jam karena dicegah oleh orang tuanya yang memberi tahu kalau itu adalah ilegal. Robert sudah melatih melihat dan mengeksekusi peluang sejak usia 9 tahun. 

Robert juga bercerita bagaimana dia dapat membeli sebuah property dr 65 rb jdi 45rb dan setahun kemudian dijual $95rb. Ini hasil mengasah kecerdasan financialnya. 

Dalam bukunya memang contoh peluang – peluang yang lebih banyak disajikan contoh adalah properti karena properti adalah skill utama dari Robert, tapi meminjam quote dari Andika Sutoro Putra “semua hal yang kita lihat itu pasti ada orang yang kaya karena barang itu” 

Intinya peluang itu masih tersebar dimana – mana bagaimana kita mengasah supaya bisa melihat dan mengeksekusi peluang – peluang yang sedang hangat saat ini. 

Mengeksekusi peluang – peluang gini jadi apakah kita harus punya bisnis? Bagaimana kalau saya bekerja? Robert juga membahas hal. 

Bagi Robert bekerja digunakan untuk menguasai suatu skill, karena ilmu menjual sangat penting bagi semua bidang usaha, ia menekuni sales sampai tidak takut lagi mengetuk pintu rumah orang dan keluar walau dengan pencapaiannya di perusahaan. 

Robert pernah bekerja sebagai Sales dari perusahaan Xerox, disaat posisinya top 5 salesman perusahaan dia keluar dari posisinya. Ayah Miskin nya sangat heran dan bingung dengan keputusan Robert, padahal masa depannya sangat cemerlang di Xerox. 

Robert tidak tergoda dengan komisi yang ia dapat dan ingat pesan dari ayah kayanya “the rich don’t work for money, money work for them”. 

Ia pun mengingat tujuan awal menjadi Sales di Xerox karena Xerox memiliki training menjadi sales yang baik dan Robert ingin menguasai dunia Sales karena dia masih merasa kurang di area tersebut.  

Sama halnya ketika ia bergabung dengan marine corps untuk melatih skill leadershipnya. 

Lalu apa gunanya skill – skill yang sudah dia dapatkan? Tujuannya adalah untuk mengumpulkan Asset produktif, kita bahas lebih dalam selanjutnya 

2. Aset vs Liabilities  

Siapa yang pernah dengar rumah tinggal kita adalah Asset? Bahkan mungkin salah satu asset yang paling dianggap terpenting bagi beberapa orang. 

Robert tidak setuju dengan argumen ini. Pertama kita perlu belajar apa definisi asset menurut Robert 

Asset adalah sesuatu yang bisa mendatangkan income atau pemasukan bagi pemiliknya.  

Kembali ke contoh rumah tinggal, apakah rumah bisa mendatangkan income? Bukankah justru rumah tinggal kita malah menambah beban pengeluaran / liabilities? Mulai dari asuransi, cicilan, renovasi, maintenance dan lainnya? 

Inilah mengapa Robert tidak setuju dengan membeli atau mencicil rumah dengan income aktif kita. Sedangkan memberi alternatif untuk pembelian barang mewah (mahal) gunakanlah Asset produktif yang kita miliki.  

Bagi robert orang kaya membeli asset, orang miskin dan menengah membeli beban yang dianggap asset! 

Beberapa contoh asset produktif menurut Robert adalah: 

  1. Bisnis yang ga memerlukan kehadiran kita. Kita yang miliki tapi dikelola orang lain (karyawan) 
  2. Saham
  3. Obligasi / Surat Utang
  4. Properti yang menghasilkan pemasukan (disewakan)
  5. Royalty dari kekayaan intelektual (hak paten misalnya)

Robert bukanlah anti terhadap beli rumah tapi memilih untuk mempunyai asset dahulu yang bisa menghasilkan cashflow untuk beli rumahnya 

Intinya Asset adalah apapun itu yang mendatangkan income untuk kita tanpa perlu ada kehadiran kita, Idola banget kan?  

Coba renungkan apakah barang yang kamu punya adalah sebuah asset atau liability / beban? Misalnya kamera, dengan kamera apakah kamu malah jadi konsumtif, atau malah kamu bisa mendapatkan uang dari kamera kamu? Yuk mulai asah kecerdasan financial kita! 

3. Arus Kas / Cash flow Ayah Kaya 

Arus kas adalah proses uang masuk dan keluar kantong kita.  

Robert membaginya ke dalam 3 tipe orang berdasarkan Cash flownya 

Orang miskin 

Orang menengah 

Orang kaya 

Goalnya kita mau kaya gini kan! Ga perlu ada pekerjaan lagi tinggal ke dari asset udah bisa kasih kita income untuk lain2nya 

Untuk membangunnya memang perlu waktu tapi kita sudah tau tujuan akhirnya seperti ini tinggal fokus dan disiplin! 

Robert terkenal dengan istilah Pay Yourself first, maksudnya? Investasikan income kita ke kolom asset dulu sisanya baru digunakan untuk expense. Merasa kurang? Nah ini waktunya pakai otakmu, asah kreatifitas dan kecerdasan financial lu buat gimana caranya hasilin income tambahan.  

Coba kalo dibalik lu bayar cicilan dulu sisanya baru di tabung. Pasti kamu akan merasa nyaman2 aja tapi kolom asset kamu ga berkembang2! Bukan berarti Robert ngajarin untuk ga bayar cicilan tapi untuk push kreativitas biar bisa hasilin income makin lebih gede lagi. 

Contoh implementasinya gaji 5 juta, mau kembangin asset kamu setiap bulan 3 juta, sedangkan expense kamu 3 juta. 

Ingat pay yourself first, kembangkan kolom asset lu! Langsung masukin ke kolom asset dulu 3 jutanya dan paksa otak lu buat cari tambahan 1 juta kekurangan expense.  

Dengan kaya gini kamu akan otomatis terdorong mau ga mau mesti cari jalan buat dapetin tu 1jt, kalo ga ya ga makan.  

Kok berat banget ya buat masukin duit ke kolom asset? 

Mikirnya gini aja. Setiap uang yang dimasukin ke asset adalah karyawan – karyawan mu. Kumpulin karyawan sebanyak2nya biar suatu saat tu karyawan yang udah banyak itu bekerja keras supaya bisa ngehidupin lu, tanpa lu perlu bekerja keras lagi. 

Inilah kenapa orang kaya akan makin kaya, karena assetnya udah menutupi expensenya dan dijadiin asset yang makin besar lagi 

4. More Money, Does Not Solve Money Problem

Pernah denger ga orang yang menang lotere dalam waktu beberapa tahun akan bangkrut bahkan jatuh miskin keposisi sebelum dia memenangkan loterenya? 

Pemasukan yang makin gede biasanya malah memperburuk masalah keuangan kita bukan memperbaiki 

Karena yang salah adalah cara dia mengelola keuangannya, makanya sangat disarankan untuk melatih pengelolaan keuangan mu sedini mungkin, karena dibutuhkan disiplin.  

Bila dengan pendapatan belum besar kamu sudah biasa, di pendapatan yang lebih besar sudah mudah mengelola keuangan mu 

Pemikiran2 seperti: 

  • Ah nanti aja deh nunggu gaji gedean 
  • Ini buat sehari – hari aja kurang gimana mau bangun asset? 

Sangatlah kurang tepat, karena untuk membangun asset yang paling penting adalah fokus dan disiplin. Merasa kurang incomenya? Gunakan kreativitas push dirimu dan ingat pay your self first! 

Money management paling sederhana adalah budgeting income dan tracking pengeluaran.

Pelajari 3 Mindset Yang Salah Mengelola Uang Dan Solusinya Disini

It’s not how much you make, but how much you keep 

5. The Best Investment Is Invest In Your Education 

Siapa yang tahun kemarin ikut kelas, seminar, atau baca buku?! 

Menurut Robert, Edukasi adalah investasi terpenting dalam hidupnya.  

Coba menurut kamu kelas seharga 4jt mahal atau tidak? Mungkin mayoritas kamu akan bilang mahal. 

Sekarang kalau kasusnya dengan kelas 4juta kamu bisa dapat income miliyaran apakah menjadi mahal kelas tersebut? 

Inilah bagaimana Robert memberikan contoh sebuah kelas seharga $385 tentang property sudah menghasilkan $2 juta! 

Ingat jangan pernah pelit untuk namanya edukasi, karena return nya bisa ribuan persen! 

Yang penting ingat untuk implementasikan materi yang diajarkan ya jangan cuman baca2, ikut2 doang ga dipraktekin sama aja boong! 

BONUS TIPS: Give and you shall receive 

Pentingnya melakukan amal, donasi.

Robert juga cerita bagaimana ayah kayanya setiap memberikan donasi bukan menjadi miskin malah ada aja rezeki yang datang. 

Begitu juga dengan membantu orang, ngebantuin orang jualan, eh bisa tiba2 ada yang bantu kita jualan juga. 

Sebaliknya ayah terdidiknya, malah selalu bilang “nanti kalau ada sisa baru deh beramal” selalu ada prioritas yang lebih penting dan ga beramal2, hidupnya pun jadi begitu2 aja sampai meninggal. 

Sebagai penutup apa sih tujuannya Robert mau jadi orang kaya? 

Simple banget yaitu freedom / kebebasan. 

Bebas mau bekerja atau ngga 

Bebas mau pakai waktunya untuk jalan2, hepi2, dan lainnya 

Bebas mau keliling dunia tanpa perlu mikirin uang 

Dan kebebasan lainnya yang tidak bisa didadapatkan bila tidak menjadi kaya 

Nah sekarang kamu apa motivasi kamu menjadi kaya? Share dikolom di bawah ya! 

Semoga 5 point penting dari buku Ayah Kaya Ayah Miskin ini dapat menginspirasi kamu ya! Dapat membuka informasi baru yang dapat membantu mencapai financial goal kamu!  

Yuk bergabung bersama di Nubie Insider di kolom di bawah untuk mendapatkan update terbaru seputar investasi, review buku personal finance langsung ke email kamu.

Artikel Terbaru Lainnya

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Youtube Kami