Kelebihan Kekurangan Nabung Saham Atau Nabung Reksadana Saham

Aug 16, 2021Investasi, Reksadana, Saham0 comments

Hai! Kembali lagi bersama Nubie Investor. Hari ini kita akan belajar dari salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul yaitu nabung saham vs nabung reksadana saham!

Buat yang belum tahu, nabung saham adalah salah satu strategi investasi yang menurut mimin paling simple tapi paling efektif. Apalagi kalau kamu baru terjun ke dunia investasi karena akan melatih otot disiplin investasi kamu.

Cara kerja nabung saham atau nabung reksadana saham adalah kamu menyisihkan uang untuk membeli saham atau reksadana saham secara rutin terus menerus, biasanya dalam rentang waktu bulanan, paling mudahnya kalau setelah gajian.

Nabung saham adalah salah satu bentuk diversifikasi secara waktu (tidak membeli dalam sekali pembelian / nyicil).

Sekarang pertanyaannya, lebih bagus mana sih? Reksadana Saham atau Nabung Saham aja?

Yuk kita mulai dengan kelebihan dan kekurangan Nabung saham dan reksadana saham!

Kelebihan dan Kekurangan Nabung Saham

Kelebihan:

  1. Biaya rendah. Biaya pembelian hanya 0 komaan persen dan ga ada management fee bulanan / tahunan dll, hanya sekali keluar biaya saja saat pembelian dan penjualan saham
  2. Potensi capital gain yang lebih tinggi. Karena terfokus hanya di beberapa saham. bukan tersebar ke banyak sekali saham. Namun begitu juga dengan potensi capital loss nya yang tinggi.
  3. Dividen. Kalau kamu mencari cashflow, langsung menabung saham apalagi yang rutin membagian dividend dapat menjadi cashflow kamu loh
  4. Control. Gak srek dengan perusahaan rokok? tidak perlu beli saham rokok. hmm. Kayanya CPO lagi bakal prospek nih nabung ah saham CPO. karena controll 100% di kamu, maka dengan bebas bisa memilih perusahaan2 yang kamu masukan ke dalam portofolio
  5. Menjadi pemilik bisnis. Daripada hanya nabung di bank BCA. kenapa tidak menjadi pemilik bank BCA!? Walaupun hanya minoritas tapi kamu tetap mendapatkan hak2 sebagai pemilik saham loh. seperti pembagian dividend, bisa datang ke RUPS, dll

Kekurangan:

  1. Riset. Risetnya perlu dalam, kamu perlu tau managementnya, prospek ke depan industri, financial perusahaan dalam laporan keuangan. Belum lagi kalau kamu mau diversifikasi perlu menginvestasikan dalam banyak perusahaan yang kamu harus pelajari satu – persatu
  2. Modal yang lebih besar. Contoh BBCA aja 1 lot nya hampir 3 juta berarti setiap bulan minimal kamu perlu menyisihkan 3 jt untuk 1 lot nya. belum lagi resikonya yang tinggi bila hanya memiliki 1 emiten. dengan diversifikasi maka nabung pun akan menjadi lebih besar modal yang dibutuhkan
  3. Mengelola portofolio. Kamu perlu perhatiin laporan keuangan quartal per quartal

Kelebihan dan kekurangan Nabung Reksadana Saham

Kelebihan:

  1. Diversifikasi. Jangan meletakan telur dalam satu keranjang! Apalagi perusahaan2 yang rentang terhadap isu external. misalnya perusahaan komoditas bila terjadi penurunan harga batubara dan semua isi portofolio kamu terdiri dari saham batubara. pasti akan besar sekali resikonya
    • Dengan uang yang jauh lebih sedikit modalnya dapat langsung auto terdiversifikasi, industry yang berbeda, timing pembelian dan penjualan yang berbeda2, semua sudah diatur oleh Manajer Investasi
  2. Dikelola oleh perusahaan profesional (manajer investasi). Tidak perlu pusing memilih saham satu persatu. Mereka yang akan riset perusahaan2 terbaik yang ada di Indonesia, jadi ada pekerja profesional yang akan mengelola uang kamu
  3. Investasi awal yang sangat kecil. mulai dari 100rb rupiah. Sangat bagus kalau baru mulai investasi! Cuman modal minimal 100rb perbulan sudah bisa secara rutin investasi reksadana saham!
  4. Riset yang jauh lebih sederhana. Walaupun ttp perlu riset hanya beberapa point saja yang perlu diperhatikan seperti: Sudah berapa lama berdiri produk reksadana sahamnya, berapa biayanya (pembelian, penjualan, management, switching), berapa AUM nya, performa kebelakang.

Kekurangan:

  1. Potensi capital gain terbatas. Karena tersebar kebanyak saham, jadi bila ada saham yang naik tidak akan menambah drastis untung kita, karena bisa jadi ada saham lain yang turun. artinya potensi capital loss nya juga lebih terbatas
  2. Biaya. Biasanya saat pembelian reksadana saham saja uang kamu sudah terpotong 0-2%, saat penjualan juga bisa ada biaya. ada istilah management fee biasanya hingga 1-5% juga pertahun.
  3. Tidak mendapat dividend (untuk cashflow). Reksadana saham kan isinya saham juga kok ga dapet dividend sih kalau perusahaan bagi dividend?
    • Memang betul manajer investasi akan tetap mendapatkan dividend tapi sebagai investor kamu tidak mendapat dividend secara tunai tapi dengan kenaikan Nilai Aktiva Bersihnya RD tersebut.

Untuk Siapa Nabung Saham dan Nabung Reksadana Saham

Bila kamu:

  1. Mau memiliki kontrol penuh terhadap isi portofolio saham kamu
  2. Mencari cashflow dari dividend saham
  3. Mau meluangan waktu untuk riset mendalam perusahaan di bursa efek
  4. Mencari return investasi yang semaksimal mungkin

Investasi dengan menabung saham lebih cocok untuk kamu

Bila kamu:

  1. Baru memulai berinvestasi dan mau mengasah otot disiplin berinvestasi
  2. Modal yang masih minim (bisa mulai dari 100rb)
  3. Meminimalisir potensi kerugian dengan diversifikasi
  4. belum mengalokasikan waktu untuk menganalisa saham satu persatu

maka investasi dengan reksadana saham lebih cocok untuk kamu!

Akhirnya keputusan akhir tetaplah ditangan kamu, perlu diperhatikan setiap investasi pasti memiliki resiko, apalagi dalam saham yang notabene pergerakannya sangat fluktuatif.

semoga dapat membantu kamu memilih nabung saham atau nabung reksadana!

Yuk bergabung dengan Nubie Insider dengan memasukan nama dan email kamu di form di bawah ya!

Artikel Terbaru Lainnya

6 Aplikasi Wajib Dimiliki Investor Saham!

Hai! kembali lagi bersama Nubie Investor! Di artikel kali ini kita akan coba kumpulkan beberapa aplikasi yang bagus dimiliki oleh investor saham di handphone-nya! Semoga aplikasi - aplikasi ini...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Youtube Kami