Buyback

Buyback adalah kegiatan emiten untuk mengurangi saham yang beredar atau outstanding share dengan membelinya dari pasar reguler atau tender offer dengan harga yang sudah ditentukan.

Buyback adalah kegiatan emiten untuk mengurangi saham yang beredar atau outstanding share dengan membelinya dari pasar reguler atau dengan tender offer

Saham Treasury dapat didiamkan, dijual kembali, atau dihapus oleh perusahaan

Beberapa alasan melakukan Buyback seperti: harga di pasar sudah terlalu murah, perusahaan memiliki cash berlebih, menekan penurunan harga saham, dan sebagainya.

Saham yang dibeli dalam proses Buyback akan menjadi Saham Treasury. Nah saham treasury akan kehilangan beberapa haknya seperti hak menerima dividend, hak voting, dan lain lain.

Saham yang menjadi saham treasury bisa mendapatkan 3 perlakuan oleh perusahaan

  1. Diamkan
  2. Dijual kembali misalnya ke karyawan untuk program Employee Stock Option
  3. Retired kan, atau dihapus

Treasury Stock juga tidak dihitung dalam Outstanding Share atau saham beredar, akan lebih jelas nanti disimulasi ya.

Alasan Melakukan Buyback

Biasanya Buyback dilakukan karena perusahaan merasa harga di pasar sudah undervalue dan perusahaan memiliki cash berlebih.

Buyback juga bisa dilakukan untuk menekan penurunan harga seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, OJK mengeluarkan aturan untuk emiten dapat melakukan Buyback tanpa mekanisme RUPS.

Kegiatan buyback akan mengubah perhitungan ratio – ratio perusahaan seperti EPS, PER, ROA, ROE dll karena saham beredar atau outstanding sharenya berubah (menjadi lebih sedikit) dan asset turun karena cash digunakan untuk Buyback.

Sehingga dengan kegiatan buyback ini ratio – ratio pun akan terlihat lebih bagus.

 Before BuybackAfter Buyback
CashRp.200,000,000Rp.100,000,000
AssetsRp.500,000,000Rp.400,000,000
EarningsRp.50,000,000Rp.50,000,000
Shares Outstanding1,000,000900,000
Treasury Stock0100,000
ROA10.00%12,5%
Earnings Per ShareRp. 50Rp. 55,5
PER20x18x
contoh perubahan ratio – ratio keuangan selama proses buyback

Buyback saham juga ada kekurangannya bagi Investor. Dengan alokasi cash untuk buyback, investor dapat berasumsi perusahaan tidak ingin melakukan perkembangan yang agresif ke depannya. Jadi Investor yang berharap pertumbuhan perusahaan yang massive harus bisa berpikir ulang bila melihat perusahaan melakukan buyback.

Ilustrasi Efek Buyback Pada Kepemilikan Perusahaan

Yuk kita akan gunakan contoh ya agar lebih memperjelas proses Buyback dan efeknya bagi kamu pemilik saham

Misal ada perusahaan ABCD dengan posisi keuangan seperti:

Harga saham: Rp. 1.000

Perusahaan melakukan kegiatan buyback dengan harga 100rb lembar dengan harga 1000 perak

Kita asumsikan harga saham tidak ada perubahan selama proses buyback ga naik ya.

Dari sini kita bisa melihat kalau EPS nya naik ROA nya juga naik PER turun. Dilihat semua rationya akan menjadi lebih baik.

Dan kalau kamu misalnya memiliki 10,000 lembar saham. Sebelum buyback kepemilikan kamu dalam perusahaan ini adalah 10,000/1,000,000 = 1%

Setelah dilakukan Buyback kepemilikan kamu menjadi 10,000 / 900,000 = 1,11%!

Tanpa kamu mengeluarkan uang kamu menaikan 0,11% kepemilikan mu loh.

Nah saham treasury juga akan menghilangkan hak Dividendnya sehingga yang berhak mendapatkan Dividend adalah 900rb share outstanding bukan 1jt lagi sehingga dividen yang kamu terima pun meningkat.

Inilah mengapa Buyback adalah aksi korporasi yang sangat menguntungkan bagi investor.

Istilah Kamus Lainnya

Employee Stock Option (ESOP)

Employee stock options Program (ESOP) dalam bahasa indonesianya Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan (PKSK) adalah kegiatan perusahaan memberikan hak kepada karyawan perusahaan untuk memiliki...

Private Placement

Tujuan dari dilakukannya Private Placement adalah menambah modal perusahaan yang bisa digunakan perusahaan untuk berekspansi, membayar hutang, membuat produk baru dan lain - lain. Bagaimana caranya?...

Right Issue (HMETD)

Tujuan dari dilakukannya right issue adalah menambah modal perusahaan yang bisa digunakan perusahaan untuk berekspansi, membayar hutang, membuat produk baru dan lain - lain. Bagaimana caranya?...

80-20 Pareto

Hukum Pareto adalah sebuah pemikiran bahwa 80% hasil (output) adalah berasal dari 20% sebab (input). Hukum Pareto berasal dari konsultan manajemen bernama Joseph M. Juran yang menamakan hukum Pareto...

50/30/20

Teori 50/30/20 yang dipopulerkan oleh Elizabeth Warren, profesor di Harvard Law bagian dari Harvard University dan Amelia Warren anaknya. 50/30/20 adalah pembagian dari gaji atau pendapatan yang...

Year on Year (YoY)

Year on Year adalah istilah yang biasa digunakan dalam dunia keuangan untuk membandingkan performa dua atau lebih keuangan dalam periode yang sama ditahun sebelumnya. Dengan mengetahui arti Year on...

Youtube Kami