Dividen Investing, Bisa Untung Besar Dari Saham?

Aug 12, 2021Investasi, Saham

Hai! Kita akan bahas aliran investasi yang jarang dibahas mungkin karena memang pilihan alternative sahamnya belum sebanyak di Amerika, yaitu mengenai Dividen Investing! 

Buku yang cukup bagus yang membahas mengenai Dividen Investing Nubie Investor dapatkan dari “The Single Best Invesment” Lowell Miller 

Di US ada sebuah index yang yang isinya adalah emiten yang suka membagi dividen dengan rutin selama minimal 25 tahun, yang disebut Dividend Aristocrats. Sebagai contoh Coca Cola itu 55 tahun membagikan dividend tanpa putus umur bursa efek kita saja baru 31 tahun. 

Karena bursa saham Indonesia masih tergolong sangat baru yang perjalanannya belum sejauh US maka memang mencari dividen aristocrats tidaklah mudah di Indonesia tapi kita bisa pelajari syarat – syarat yang dapat menjadi kategori dividend aristocrats Indonesia! 

Fokus dari dividend investing adalah mencari emiten yang membagikan dividen dengan besar atau memiliki growth dividend yang baik, tentunya tanpa melupakan kualitas perusahaannya. 

Hal yang perlu kamu perhatikan adalah sejarah payout ratio emiten dan pertumbuhan laba dari perusahaan. Dengan melihat laba tahun ini kamu dapat mengira – ngira berapa dividen yang akan kamu terima tahun depan dengan asumsi payout ratio yang sama. 

Makanya penting mengerjakan PR kamu menganalisa emiten dengan dividend yang besar 

Secara garis besar ada 2 jenis emiten yang cocok untuk dividend investing 

  1. Emiten yang memang bagi dividend besar 
    • Emiten – emiten yang memang return dari dividendnya besar dibanding dengan harga saat ini. 
    • Return yang besar memang sangat relatif tiap investor. Untuk memudahkan kita asumsikan di atas reksadana pasar uang yaitu 5-6% setahun  
    • Beberapa contoh emiten dengan dividend yang masuk kategori ini seperti PTBA, ITMG, ADMF, dll 
      1. Kita akan ambil contoh ADMF karena payout rationya sangat stabil di 50% dari tahun 2015 (EPS tahun buku 2014) 
      2.  
    • Sewaktu artikel ini dibuat laporan Q4 2019 belumlah keluar jadi kita asumsikan dengan Q3 TTM didapatkan EPS 1881 dengan dividend berarti akan sebesar Rp. 940 dengan harga 10.050 yield dividendnya berarti 9.35%  
    • Catatan: Tapi kamu perlu berhati – hati bila dividen yang besar adalah hasil divestasi seperti emiten MPMX yang menjual anak perusahaannya sehingga dividen jumbo hanya akan satu kali. 
  2. Emiten yang punya dividend yang terus bertumbuh 
    • Kita sekali lagi akan belajar dari seorang Bapak investasi yang kamu pasti sudah kenal yaitu Warren Buffet 
      • Di tahun 1988 Buffet membeli saham Coca Cola senilai 1 milyar dollar dengan harga di estimasi sekitar $2.5 per lembar sahamnya (disesuaikan setelah stock split). 
      • 32 tahun kemudian. Saat ini Coca cola membagikan dividend $1,56 perlembar sahamnya. 
      • Dengan harga saham Coca cola saat ini $58,86 perlembar sahamnya yield saham Coca Cola dalah 2,6 % 
      • Tapi bagi Buffett yang sudah memegang saham ini selama 32 tahun selain mendapatkan capital gain ribuan percent, setiap tahun tanpa perlu menjual sahamnya ia mendapatkan return 62% hanya dari dividend saja! 
    • Bagaimana dengan di Indonesia apakah ada saham yang seperti ini? Ada tapi cukup sulit mencarinya. Kita ambil contoh BBRI 
      • Dividend EPS (tahun buku sebelumnya)  
        1. eps emiten bbri
      • Bisa dilihat EPS maupun dividend dari BBRI tumbuh terus setiap tahunnya.  
        1. Pakai Rumus Compound Annual Growth Rate kita bisa dapatkan  
          1. CAGR Dividend = 22,2% CAGR EPS = 7,5% 
        2. Asumsi aja dividend growth nya 10% 
        3. https://docs.google.com/spreadsheets/d/14EUw4meCDw-6UkCVjeyTVV8kPIw7R2qYLSb0XT3j1Ng/edit?usp=sharing 
        4. Jadi dengan model ini bila kita berinvestasi 100jt di bbri tahun 2020 di 2040 kita akan mendapatkan dividend 20jt! Begitu juga dengan kelipatannya 
          1. Akan semakin powerful lagi bila dividend yang kita dapatkan tidak konsumsi tapi digunakan lagi untuk beli saham bbri. Returnnya akan jauh lebih besar! 
          2. Istilahnya kita bangun rumah yang batu batanya bisa membelah sendiri sehingga bangun rumahnya makin tinggi terus tanpa perlu kita apa2in.  
      • Sekarang kita coba kalau tarik mundurnya historis BBRI kebelakang 
        1. 10 tahun yang lalu di january 2010 harga BBRI adalah 765. bila kamu masih pegang sampai saat ini selain capital gain ratusan persen setiap tahunnya kamu bisa mendapat return 17% dari dividend.  
        2. Kalau ditarik mundur lagi saat january 2006 saat itu harga BBRI masih 300an yield kamu bisa sampai 40% setiap tahunnya! 

Strategi Dividend Investing adalah salah satu alternatif yang dapat menjadi gaya investasi kamu, dengan IHSG yang tidak stabil kurang lebih 3 tahun kebelakang, capital gain hanyalah bonus dari dividen investing, walau dengan kenaikan dividen kita bisa berasumsi akan meningkatkan value dari perusahaan dan secara tidak langsung menaikan harga emiten tersebut. 

Mau mendapatkan artikel seputar investasi dan review buku, serta pengembangan diri? Yuk bergabung dengan Nubie Insider di formulir di bawah ya!

Artikel Terbaru Lainnya

6 Aplikasi Wajib Dimiliki Investor Saham!

Hai! kembali lagi bersama Nubie Investor! Di artikel kali ini kita akan coba kumpulkan beberapa aplikasi yang bagus dimiliki oleh investor saham di handphone-nya! Semoga aplikasi - aplikasi ini...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Youtube Kami