Arti P2P Lending, Studi Kasus AsetKu dan Amartha

Aug 16, 2021P2P Lending

Hai! Kembali lagi bersama Nubie Investor. Hari ini kita akan belajar mengenai produk investasi yang masih cukup baru di Indonesia dan perkembangannya sangat pesat yaitu Peer 2 Peer lending atau yang biasa disebut P2P!

Agar lebih mudah kita akan bandingkan P2P dengan perusahaan yang sudah sangat umum ada di Indonesia yaitu Bank! Nanti kamu akan tau perbedaan dan kesamaan dari kedua jenis perusahaan ini dan kesimpulan Nubie Investor mengenai berinvestasi di P2P Lending!

Pertama kita pelajari dulu bagaimana bank bekerja. Bank adalah sebuah perusahaan sebetulnya sangat simple cara kerjanya.

Kemiripan Bank dan P2P Lending

Bank akan membuat produk yang dapat menyerap uang dari masyarakat, misalnya produk paling umum seperti tabungan dan deposito.

sebagai customer yang memberikan uang ke bank, masyarakat akan diberikan imbal hasil berupa bunga, nilainya biasa akan berpatokan pada BI 7 days repo rate. misalnya saat ini di bulan november 2020 diangka 3.75% dan ini bunga deposito mandiri dan bca. kurang lebih mirip dengan BI 7 days repo rate kan.

Nah bank yang sudah menyerap uang dari masyarakat akan menyalurkan uangnya ke instansi atau individu yang membutuhkan uang, sebagai gantinya pihak yang meminjam uang dari bank akan diberikan bunga yang tentunya lebih tinggi daripada bunga yang diberikan kepada nasabah yang menyimpan uangnya di bank.

Nah selisih antara bunga yang diberikan kepada peminjam dan yang nebung inilah yang menjadi keuntungan utama bank. sederhana kan?

Nah bagaimana dengan P2P? kurang lebih alurkan akan mirip. P2P akan menjadi jembatan untuk menghubungkan orang yang butuh uang (borrower) dan orang yang mempunyai uang (lender).

Borrower atau peminjam uang ke bank maupun P2P biasanya dibagi menjadi 2 kategori: utang untuk konsumtif atau utang untuk produktif. contoh utang konsumtif seperti membeli gadget, mobil, rumah, dll. utang produktif untuk mengembangkan usaha misalnya.

Bank dan P2P juga biasanya terfokus pada suatu bidang walaupun tidak menutup kemungkinan memberi pinjaman ke sektor lain.

Misalnya untuk produktif, P2P lending seperti Amartha dan bank BRI yang fokusnya ke utang ke UKM atau usaha micro

Disisi lain untuk utang konsumtif misalnya seperti Asetku untuk P2P dan BTN yang terkenal dengan bank KPR

Perbedaan Bank dan P2P Lending

Nah ini baru dari sisi kesamaan P2P dan bank ya, kita coba masuk ke perbedaan Bank dan P2P.

Return investasinya. P2P itu rata2 memberikan return yang tinggi di atas 10% pertahun. sedangkan untuk bank deposito itu biasanya tidak sampai 5% bahkan skrng dibawah 4% untuk bankbank buku 4.

Biasanya P2P yang akan memilih mau meminjamkan uang ke siapa, sedangkan bank kita terima beres bank yang kerja untuk mengelola uang kita. jadi di P2P kita bisa pilih profil seperti apa yang mau kita berikan pinjaman, karena biasanya profil peminjam bisa kita pelajari walaupun ada yang identitasnya dirahasiakan.

Pendekatan gagal bayar. P2P ada beberapa pendekatan biasanya P2P akan menawarkan asuransi kalau sampai gagal bayar biayanya pun macam2 dan yang dicover juga berbeda2 misalnya Amartha asuransi 1.5% dari pinjaman dan yang tercover 75% dari sisa outstanding. kalau kita ga ambil asuransinya bagaimana? bila terjadi gagal bayar ya hangus uang kita. Di bank resiko itu bukanlah urusan kita karena itu tugas bank untuk menyaring dan menyeimbangkan peminjam.

Salah satu hukum paling dasar dari investasi adalah resiko akan berbanding lurus dengan return yang dihasilkan. semakin kecil resiko akan semakin juga potensi untung yang kita dapatkan. Kenapa P2P returnnya biasa hingga belasan persen pertahun? karena ada resiko yang lebih besar dari lender dibanding dengan institusi seperti bank.

Rasio Non Performing Loan Di P2P

Dalam dunia perbankan ada istilah NPL atau Non Performing Loan. pinjaman yang masuk dalam NPL adalah pinjaman yang sudah nunggak lebih dari 90 hari. Nah dalam P2P juga dengan istilah TKB90 atau Tingkat Keberhasilan Pengembalian pada hari ke 90.

Nah bila mengikuti hukum dasar investasi harusnya dengan return investasi yang lebih besar seharusnya akan menghasilkan resiko yang juga lebih besar.

Bank Indonesia memberikan batas 5% untuk batas aman NPL bank di Indonesia. Nah bagaimana dengan TKB90 dari P2P Lending di Indonesia?

Kita ambil contoh dari 2 P2P Lending ini yaitu Amartha dengan penyaluran utama ke pengusaha micro, pinjamannya untuk kegiatan produktif, disisi lain asetku ini untuk pinjaman konsumtif karena ini masih satu grup dengan AkuLaku, kredit dan pinjaman online.

Bila sesuai dengan hukum dasar investasi maka seharusnya P2P lending memiliki NPL yang lebih tinggi daripada bank di Indonesia. Perlu diingat kamu sebagai peminjam di P2P itu berbeda jauh sekali prosedurnya dengan meminjam di bank.

Kalau kamu pernah minjam uang ke bank itu perlu melewati proses yang panjang dan biasanya memakan waktu yang cukup lama, bisa berbulan – bulan. sedangkan di P2P sangat dimudahkan dengan prosedur yang lebih ringan, kembali lagi pastinya akan meningkat resiko gagal bayar yang dapat terjadi.

Nah bila kita perhatikan NPL dari Amarta ini sekitar 6.4% cukup tinggi bila dibandingkan dengan bank. masih sesuai dengan hukum dasar investasi kita.

Fisisilain TKB90 asetku yang notabene peminjamnya ini digunakan untuk keperluan konsumtif memiliki tingkat gagal bayar 0%, ini cukup menggelitik ya. membuat Nubie Investor penasaran kok bisa ya?

Setelah riset dari beberapa artikel Nubie Investor mengambil kesimpulan TKB90 ini intinya adalah pembayaran ke investor, jadi walaupun lender tidak bisa membayarkan kewajibannya selama uang bunga dan pokok tetap dibayarkan ke investor maka hal tersebut tidak dianggap sebagai gagal bayar. Ini tolong dikoreksi bila kami salah ya.

Jadi bukan berarti 100% peminjam bisa membayarkan pinjamannya, tetapi 100% investor mendapatkan imbal hasil dan pokok yang mereka setorkan. Sudut pandangnya bukan dari peminjam tapi dari yang meminjamkan uang.

Nah pertanyaannya darimana uang yang digunakan Asetku untuk dalam tanda kutip ‘nalangin’ uang pinjaman ke investor? apakah dengan model seperti ini strategi yang dapat bertahan dengan lama? Hanya waktu yang dapat menjawabnya nanti.

Penutup

Seperti biasa Nubie Investor tidak pernah merekomendasikan sesuatu, kembali ini segala keputusan investasi itu harus diambil oleh kamu sendiri. Kami hanya memberikan sudut pandang kami dan informasi yang kami dapatkan.

Yang terpenting kamu harus tau resiko yang dapat kamu hadapi ketika berinvestasi dalam sebuah asset, apapun bentuk assetnya.

kurang lebih itu mengenai Peer 2 peer lending. semoga dapat membantu kamu mendapat sudut pandang baru di asset investasi ini.

Yuk bergabung menjadi Nubie Insider dengan mengisi formulir di bawah ya!

Artikel Terbaru Lainnya

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Youtube Kami