3 Alasan Jangan Ikutin Rekomendasi Saham | Tips Saham Untuk Pemula

Aug 16, 2021Saham1 comment

Hai! Kembali lagi bersama Nubie Investor. Di artikel kali ini kita akan belajar hal yang penting banget bagi investor pemula dan bisa menjadi penentu kesuksesan berinvestasi di pasar saham, yaitu kenapa jangan pernah mengikuti bulat- bulat rekomendasi saham dari orang lain!

Kamu pasti akan sering menjumpai di forum – forum seperti stockbit atau ajaib, bisa juga di dalam grup – grup telegram, WA dan lainnya yang memberikan hasil analisa dan rekomendasi stock pick dengan target harga jual beli, atau bahkan bentuknya sudah berupa ebook yang tinggal kamu baca dan ikuti sarannya.

Karena pertumbuhan investor saham yang menurut bisnis.com mencapai 400 ribu SID baru, Nubie Investor mau mengingatkan pentingnya hal sederhana yang bisa menjadi faktor penting sukses atau gagalnya investor saham pemula.

Terlepas dari kamu adalah seorang trader atau investor, tetap Nubie Investor tidak merekomendasikan untuk mengikuti rekomendasi jual beli saham. Kenapa? Yuk kita bahas 3 point terpenting tentang hal ini.

Gak Belajar Ketika Untung Atau Rugi

Ketika kamu mengikuti rekomendasi dan ternyata cuan bagaimana rasanya? pasti senang dong.

Nah gimana kalau tiba2 ambles? perasaan mulai gundah gulana dan panik. Ketika kamu hanya mengikuti saran orang tanpa mengetahui secara dalam kenapa memilih saham yang kamu beli maka kamu akan menggantungkan hasil investasimu ke dalam keberuntungan.

Walaupun memang keberuntungan tidak bisa lepas dari investasi, tapi dengan kita mengetahui:

  1. Bagaimana manajemen perusahaan bekerja
  2. Apakah perusahaan bertumbuh terus
  3. Bagaimana kinerja perusahaan saat menghadapi krisis
  4. Apakah saat ini sedang dijual dengan harga yang menarik

Maka dapat memperbesar potensi keberuntungan yang dapat kamu raih. Dengan menelan bulat – bulat rekomendasi jual beli saham akan sangat sulit mengulangi keberhasilan dan ketika merugi tidak mendapat suatu pembelajaran agar tidak mengulanginya lagi nanti, kenapa? ya karena hanya ikut2an saja, bukan berdasarkan alasan dan hasil berpikir kamu sendiri.

Biasakan dengan mencari ‘kenapa’ dibanding ‘apa’ nya. Kenapa merekomendasikan saham ini ya? bagaimana pola pikirnya agar bisa mendapat kesimpulan saham yang oke ya? jangan hanya fokus terhadap beli apa, jual apa, pilih saham apa, dll, tapi pola pikir hingga bisa mencapai ke kesimpulan tersebut.

Background dan Tujuan Setiap Investor Yang Berbeda

Ketika kamu tahu bahwa si A investasi di saham XXX wah langsung tanpa ragu kamu ikut – ikutan beli juga.

Padahal kamu belum tentu tahu apa tujuan investasi si A. Bisa saja memang ia ingin berinvestasi untuk jangka panjang sekali sehingga bergerakan saham dalam jangka pendek tidaklah relevan bagi si A, Atau mungkin si A mau trading saham yang jangka waktunya hanya harian dan kamu mau untuk jangka panjang jadi tidak cocok.

Nubie Investor sendiri merasakan pentingnya memiliki tujuan dan mengambil keputusan investasi sendiri bukan karena ikut – ikutan ketika awal pandemi covid. portofolio saham Nubie Investor minus hingga puluhan persen bahkan ada emiten yang minusnya di atas 50%.

Kalau karena ikut2an melihat portofolio yang merah berdarah – darah begini, pasti mulai cemas, kepala pusing, kepikiran terus menerus, bisa dijual rugi, dll.

Tapi karena semua keputusan investasi kami sudah berdasarkan analisa dan tidak ada perubahan fundamental dari emiten – emiten yang kami pegang jadi ya di-hold saja. bahkan menjadi kesempatan baik, bila punya cash bisa mencicil dan menurunkan harga rata – rata yang kita miliki.

Terbukti sekarang kurang dari satu tahun, rata – rata sudah hijau – hijau lagi walaupun memang kita tidak tahu ke depannya pergerakan harga saham seperti apa dan buat kami hal itu juga bukan hal yang terpenting.

Walapun si A misalnya merekomendasikan dengan segala target penjualan pembelian, alasan – alasan pembeliannya, kita tidak pernah tahu apakah si A ini benar – benar mengikuti saran yang ia berikan atau hanya sekedar merekomendasikan saja.

Yang terpenting adalah tentukan dulu tujuan mu dalam berinvestasi, paling simple mau trader (jangka pendek) atau investor (jangka panjang), pelajari baik – baik aliran yang akan kamu pegang, baca buku2 penunjang, nonton video tutorial, ikut kelas investasi, dll.

Pastikan setiap keputusan berdasarkan analisa kamu bukan hanya sekedar ikut – ikutan, pegang teguh apa prinsip investasi kamu, tapi tetap terbuka untuk belajar hal baru di luar sana

Bingung

Nah ini adalah gejala paling umum yang terjadi kalau kamu investasi saham modal ikut – ikutan.

Waktu harga naik tinggi banget bingung apakah jual? apa tunggu bisa naik lagi ya?

Eh waktu dijual ternyata masih bisa naik jauh banget akhirnya nyesel, waktu ga dijual loh kok tiba2 turun harganya

Waktu harga turun, cut loss apa hold aja ya? eh karena ga di cutloss mendadak jadi investor deh dari trader.

Tanpa pengetahuan dan prinsip investasi yang kamu pegang, proses investasi mu akan seperti kapal yang terombang ambing ditengah laut. lihat emiten ini kok kaya menarik ya. liat yang itu kok menarik ya. akhirnya malah cape sendiri tanpa hasil yang baik dan bila cut loss, cut loss terus akhirnya malah bukan untung malah buntung.

Boleh Ga Sih Untuk Ikut Grup Rekomendasi Saham

Boleh saja tidak masalah, tapi tetap paling penting adalah keputusan akhir itu berdasarkan hasil analisa dan perhitungan yang sudah kamu lakukan sendiri, bukan 100% ikut2an saja. Bila kamu memang bergabung di grup2 tersebut yang paling penting adalah pelajari alur berpikir kenapa memilih saham2 tersebut.

Walau Nubie Investor sendiri secara personal tidak bergabung ke grup2 demikian karena alasan yang sudah disampaikan di atas.

Juga setelah kamu belajar dari banyak sumber buku, ikut kelas, ikut grup temukan sendiri gaya investasi kamu, dengan prinsip investasi yang sudah kamu tentukan pegang terus tapi jangan menutup diri untuk belajar pengetahuan baru!

Bila ternyata analisa kamu salah, akui kesalahan kamu, belajar dari kesalahan tersebut, dan move on. jangan terlarut dalam satu kegagalan.

Penutup

Satu pesan penutup dari Nubie Investor adalah pada dasarnya membeli sebuah saham adalah menjadi pemilik bisnis, bukan hanya sebuah angka elektronik jumlah lot yang dapat kamu perjual belikan kapanpun selama pasar buka.

Dengan mindset menjadi pemilik bisnis maka hal terpenting adalah kesehatan perusahaan apakah perusahaan bertumbuh, apakah bisa melewati krisis dengan baik, apakah managementnya menjalankan perusahaan dengan prudent, dan lainnya.

Pergerakan harga saham bukanlah yang terpenting dalam membeli saham, seperti kata Buffett lebih baik membeli perusahaan yang sangat bagus di harga yang wajar, dibanding membeli perusahaan yang biasa saja di harga murah.

Tapi kembali lagi ini adalah prinsip yang kami pegang, bila kamu berbeda juga tidak masalah, karena investasi sangat personal jadi cocok atau tidak tergantung dari prinsip yang kamu pegang.

Jangan sampai kamu melewatkan tips investasi saham untuk pemula ini ya. Karena kesalahan investor pemula di saham dapat kamu lewati bila mengikuti tips ini.

Yuk bergabung dengan Nubie Insider dengan memasukan nama dan email kamu di formulir di bawah ya!

Artikel Terbaru Lainnya

6 Aplikasi Wajib Dimiliki Investor Saham!

Hai! kembali lagi bersama Nubie Investor! Di artikel kali ini kita akan coba kumpulkan beberapa aplikasi yang bagus dimiliki oleh investor saham di handphone-nya! Semoga aplikasi - aplikasi ini...

Arti Saham Terdilusi dan Contohnya

Halo semuanya! kembali lagi bersama Nubie Investor. di video kali ini kita akan belajar tentang akibat dari aksi korporasi yang dapat mengubah kepemilikan saham kamu, yaitu saham yang terdilusi!...

1 Comment

  1. Marvin

    Great post. I am facing some of these issues as well..

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Youtube Kami